Tak cuma itu saja, Skrinning Intervensi Lapangan (SIL) juga dilakukan dengan melakukan penjangkauan kepada kelompok atau masyarakat yang tersembunyi, yang mana kegiatan tersebut dilakukan sebanyak 7 kali, tercatat 9 orang pengguna datang ke klinik Pratama BNNK Bangka untuk menjalani rehabilitasi narkoba.

“Ditahun 2022 ini juga kita membentuk unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) di dua desa dan satu kelurahan ditambah desa Jada Bahrin yang sudah terbentuk tahun 2021 lalu melakukan sosialisasi, pemetaan dan penjangkauan atas peredaran gelap narkoba ini,” katanya.

Selain itu, kata dia, per Januari – September 2022, seksi pemberantasan juga melakukan Tim Asesment Terpadu (TAT) sebanyak 3 kali kepada 4 orang tersangka dengan jumlah barang bukti narkotika jenis shabu seberat kurang lebih 0,85 gram dan ganja 0,25 gram.

Baca Juga  Peringati Hari Pahlawan, EM Osykar Sampaikan Semangat Perjuangan

Sementara, untuk bulan Oktober – Desember 2022, TAT dilakukan sebanyak 7 kali, dengan jumlah tersangka 2 orang dan barang bukti shabu seberat 1,19 gram.

“Jadi sesuai SEMA no 4 tahun 2010,shabu dibawah 1 gram dan ganja 5 gram dilakukan TAT kepada tersangkanya dengan catatan, tidak terlibat jaringan narkotika dan bukan residivis,” katanya.

Dia menambahkan, penyelenggaraan advokasi berupa fasilitas dan pembinaan pemerintah Desa dengan tujuan membentuk desa/kelurahan bersinar juga dilakukan dengan melibatkan instansi pemerintah, swasta, lembaga pendidikan hingga Ormas.

“Dari kegiatan ini para penggiat telah melakukan rencana aksi P4GN pada lingkungan masing masing,” katanya.

Ia berharap, lewat kegiatan yang dilakukan BNNK Bangka dapat mempersempit ruang gerak peredaran gelap narkotika di daerah ini.

Baca Juga  Satpol PP Basel Sidak ke Tempat Hiburan Malam Black Jack Toboali, Ini yang Dilakukan