Beri Batasan Ruang Bermain Anak

ggak bisa dipungkiri kalau salah satu penyebab rumah jadi berantakan lagi setelah dirapikan adalah tingkah polah anak saat bermain di dalam rumah. Usia balita memang menjadi momen ketika si kecil aktif dan ingin tahu banyak hal. Ia akan lebih suka membawa mainan favoritnya ke berbagai sudut rumah. Bahkan, nggak jarang juga ia akan mengacak-acak berbagai barang yang sebelumnya sudah ditata rapi oleh ibu.
ntuk mengantisipasi seluruh rumah berantakan, ibu bisa mulai menerapkan aturan pembatasan ruang bermain anak. Jika memang tidak memiliki ruang khusus, biasakan anak hanya bermain di ruang tengah saja dan berikan batasan untuknya. Misalnya dengan tidak memperbolehkan anak bermain di ruang tamu. Berikan penjelasan kepada anak secara perlahan dan berulang. Jika dibiasakan sejak kecil, hal kecil ini juga bisa melatih sisi disiplin diri anak, lho.

Baca Juga  4 Cara Mudah Membuat Anak Sarapan Pagi, Simak Tipsnya

Ajak Anak Belajar Membereskan Mainannya
elum selesai bermain balok, tiba-tiba si kecil masuk ke dalam kamar dan mengeluarkan mainan lain seperti masak-masakan atau mobil-mobilan favoritnya. Lama-lama banyak mainan anak yang menumpuk dan bikin rumah berantakan. Melihat mainannya berantakan, nggak jarang bikin ibu jadi merasa stres sendiri.

Jadi, nggak ada salahnya untuk mulai mengajarkan anak untuk membereskan mainannya sendiri. Sediakan kotak mainan di area yang sering menjadi tempat bermainnya, misalnya di kamar dan ruang tengah. Terapkan peraturan yang harus ia patuhi, yaitu biasakan membereskan mainannya dulu sebelum mengeluarkan mainan yang lain.

walnya mungkin hal ini sulit diikuti oleh anak. Namun, jika ibu konsisten untuk mengingatkan dan menerapkan aturan tersebut, secara perlahan anak akan memahami bahwa ia perlu membereskan mainannya jika sudah selesai digunakan. Cara ini juga bisa melatih kemandirian anak di usia tumbuh kembangnya.

Baca Juga  Ingin Diet Rendah Lemak, Simak Penjelasannya Ini

Minta Bantuan Pasangan

Jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan saat kamu sedang merasa kewalahan. Misalnya saja meminta bantuannya untuk melipat pakaian yang baru dicuci, mencuci piring, dan kegiatan beres-beres rumah lainnya.

Kamu juga bisa membuat jadwal bersih-bersih rumah bersama pasangan. Misalnya setiap weekend menjadi jadwal membersihkan rumah secara menyeluruh sehingga kegiatan ini bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Sulitnya membagi waktu antara mengurus rumah dan anak memang sering bikin banyak tugas jadi nggak sempat diselesaikan. Namun, pastikan hal tersebut nggak dijadikan sebagai beban agar ibu tidak mengalami stres berlebihan ya! (***)