Ajarkan Anak Mengelola Perasaan, 5 Tips Melatih Kesabaran Anak Sejak Dini
Biasanya, anak juga bisa terlatih dengan sendirinya untuk mengalihkan perhatian dengan sikap sederhana dari orangtuanya.
Misalnya, orangtua sering mengatakan, “Tunggu dulu, ya”, ketika anak mulai meminta sesuatu.
Anak akan meresapi kata-kata ‘tunggu’ dan mencari cara atau aktivitas lain selama menunggu hingga akhirnya orangtuanya meresponsnya atau memenuhi permintaannya.
4. Percayalah bahwa anak bisa mengendalikan sikapnya
Cara melatih kesabaran anak kuncinya adalah berikan kepercayaan kepada anak. Anda perlu meyakini kalau anak bisa bertanggung jawab.
Selain melatih kesabaran anak, memberikan kepercayaan pada anak juga perlu latihan dan bisa dimulai dengan cara-cara sederhana.
Misalnya, saat anak mengambil buku di lemari dan menaruhnya sembarangan, minta anak untuk mengembalikan buku ke lemari.
Namun ingat, minta anak melakukan apa yang Anda mau dengan sabar dan jangan lupa kontak mata. Berikan contoh sesering mungkin pada anak.
Anda bisa mencontohkan bagaimana caranya dan biarkan anak melanjutkan prosesnya.
Dalam hal ini, mengajarkan disiplin bisa membangun pemahaman bahwa segala sesuatu butuh proses.
Ajarkan anak mengenai batasan, tetapi tunjukkan pula cinta Anda saat melatih mental anak. Anak butuh cinta dan ketegasan.
Bila anak hanya mendapatkan cinta tanpa belajar adanya batasan dari perilakunya, anak kemungkinan akan tumbuh menjadi anak yang kurang peka.
5. Beri tanggapan pada anak secara perlahan
Sikap Anda sebagai orangtua juga bisa membantu dalam mengajarkan anak kesabaran.
Misalnya, saat Anda sedang di dapur memasak telur untuk sarapan anak dan si Kecil meminta tisu, jelaskan secara perlahan bahwa Anda akan mengambil tisu dalam beberapa menit lagi.
Saat Anda sedang sibuk melakukan aktivitas dan anak meminta sesuatu, tunjukkan kepada anak apa yang sedang Anda lakukan dan minta ia melakukan hal yang sama.
Cara ini akan membuat anak memahami dan belajar bahwa ia harus menunggu sekaligus melatih anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu.
Dengan menanggapi perilaku anak secara tenang, Anda sedang mengajarkan anak bahwa ia bukan satu-satunya pusat perhatian.
Harapannya, anak memahami bahwa ada hal lain di luar dirinya yang juga harus diperhatikan.
Anak pun terlatih untuk tidak memaksakan keinginannya dengan melatih kesabaran dan belajar menunggu saat meminta sesuatu kepada orangtuanya yang sedang melakukan hal lain. (***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.