Kepala Sering Pusing?, Kenali Vertigo yang Bisa Jadi Gejala Stroke
2. HINTS
Bila vertigo disertai gejala lain, seperti nystagmus (pergerakan bola mata tidak terkendali), mual, dan muntah, dokter akan melakukan pemeriksaan HINTS untuk mendeteksi stroke.
Pemeriksaan HINTS (Head Impulse–Nystagmus–Test of Skew) dilakukan dengan menilai seberapa cepat pergerakan mata.
Anda akan diminta untuk melihat suatu objek selama beberapa waktu. Dokter kemudian akan menggerakan kepala Anda dari sisi satu ke sisi lainnya untuk melihat secara langsung pergerakan mata.
Namun, pemeriksaan HINTS belum cukup umum dan hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis khusus terlatih.
Cara mengatasi vertigo akibat stroke
Untuk mengatasi vertigo saat stroke, perlu dilakukan dengan mengobati stroke yang dialami.
Sama seperti jenis stroke lainnya, tingkat kesembuhan stroke batang otak juga dipengaruhi oleh bagian batang otak yang rusak, tingkat keparahan, dan seberapa cepat pengobatan dilakukan.
Sementara itu, stroke serebelum merupakan kondisi gawat darurat yang umumnya memerlukan alat bantu pernapasan, paru-paru, dan jantung.
Maka dari itu, penanganan stroke batang otak dan stroke serebelum perlu segera dilakukan. Berikut beberapa pengobatan yang mungkin disarankan oleh dokter.
1. Penggunaan obat-obatan
Pada stroke iskemik, jika stroke terjadi akibat pembuluh darah yang tersumbat, kesembuhan vertigo dan stroke bisa semakin cepat jika aliran darah dapat kembali lancar.
Oleh karena itu, obat pengencer darah bisa diberikan untuk membantu melancarkan peredarah darah dan mencegah terbentuknya gumpalan darah.
Sebaliknya, pada stroke hemoragik, obat anti pendarahan atau antifibrinolitik bisa diberikan untuk meredakan perdarahan di otak.
2. Operasi
Jika kondisi cukup parah, stroke iskemik mungkin perlu diatasi dengan operasi, seperti berikut ini.
– Embolektomi, dengan memasukan selang ke dalam pembuluh darah untuk membuang darah yang menggumpal, atau memasukan obat ke dalam pembuluh darah untuk mengencerkan darah.
– Angioplasti dan pemasangan stent vertebrobasilar, untuk melebarkan pembuluh darah besar ke otak dengan memasukan selang jaring.
3. Rehabilitasi
Untuk mengembalikan kemampuan penderita setelah sembuh, rehabilitasi mungkin juga perlu dilakukan.
Pada umumnya, stroke batang otak bisa sembuh karena kondisi ini biasanya tidak memengaruhi kemampuan berbicara dan komunikasi, sehingga penderita bisa berpartisipasi secara maksimal saat menjalani rehabilitasi.
Beberapa terapi yang mungkin perlu dilakukan, yaitu sebagai berikut.
– Terapi fisik, untuk meningkatkan kemampuan bergerak.
– Terapi okupasi, untuk membantu mengembalikan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan merawat diri.
– Terapi wicara, untuk meningkatkan kemampuan menelan dan berbicara.
– Terapi psikologi, untuk memberikan dukungan setelah stroke.
Pada stroke yang ringan hingga sedang, penglihatan ganda dan vertigo biasanya bisa sembuh dalam beberapa minggu.
Kesimpulan
-Pusing pada dasarnya bukan gejala stroke.
-Pusing vertigo mungkin jadi gejala awal stroke bila muncul cukup sering dan kurun waktu yang lama.
-Tidak semua vertigo dikatakan sebagai tanda awal stroke.
(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.