Selanjutnya, Ace menanyakan kepada pihak Direktur Layanan dan Niaga PT Garuda Indonesia Ade R Susardi. Yaitu, mengenai fisibilitas penggunaan mata uang asing saat menentukan biaya yang akan dibayarkan ke Garuda Indonesia. Nantinya, bagian-bagian yang dihitung menggunakan mata uang asing akan dikuantifikasi ke dalam rupiah saat penentuan BPIH.

 

 

“Yang saya bayangkan juga Pak Ade, memungkinkan nggak misalnya pada saat nanti saat akan menentukan (komponen biaya) nggak apa-apa gunakan aja dolar. Nanti kita akan minta sama BPKH langsung yang membayar kepada Garuda dalam bentuk dolar. Nah nanti baru di kuantifikasi ke dalam rupiah gitu, di dalam konteks BPIH besarnya,” tanyanya

 

Baca Juga  Stok Beras Dipastikan Cukup Hingga Pelaksanaan Lebaran Idul Fitri 2023 Mendatang

 

Lebih lanjut, anggota dewan asal Dapil Jawa Barat II itu mengungkapkan bahwa upaya yang diutarakannya tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk menekan pembiayaan penerbangan yang bergantung dengan mata uang asing. Ia bahkan menyampaikan bahwa pihaknya akan menyampaikan permohonan tersebut kepada BPKH.

 

 

“Karena itu,kita tidak lagi tergantung pada depresiasi mata uang. Ini bayangan saya ya, ini mungkin bisa dipertimbangkan model seperti itu. Sebab penting untuk ini sebagai salah satu cara kita untuk mengurangi pembiayaan dari penerbangan yang tergantung mata uang asing, sekalian aja pake mata uang asingnya. Jadi kita akan minta dengan BPKH untuk bayar langsung dengan dolar,” tandasnya.

Baca Juga  Jelang Pemilu 2024, Kapolri Listyo Sigit Ingatkan Masyarakat Bijak Menggunakan Media Sosial

 

 

 

Sumber: DPR RI