Vakum Berlari Dan Sulit Memulai, Ini Tips Kembali Aktif
Saat kembali olahraga setelah sekian lama, Anda memerlukan peregangan otot agar otot-otot tubuh menjadi lebih lentur dan aliran darah semakin lancar.
Olahraga peregangan juga penting untuk meningkatkan performa tubuh secara keseluruhan dan mengurangi risiko cedera saat olahraga.
3. Melakukan olahraga aerobik ringan
Awali rutinitas olahraga Anda dengan berolahraga selama 150 – 300 menit setiap minggu, atau bagilah menjadi 20 – 30 menit setiap hari.
Cobalah olahraga kardio ringan seperti berjalan kaki atau jogging. Anda bisa beristirahat selama 10 menit di tengah sesi dan melanjutkannya kembali.
4. Melatih kekuatan otot
Setelah terbiasa dengan olahraga peregangan dan aerobik, maka sekaranglah saatnya mulai latihan kekuatan otot tubuh.
Anda dapat mencoba squat, lunge, hamstring curl, atau olahraga apa pun yang menggerakkan seluruh otot tubuh.
Anda juga dapat melakukan olahraga berikut jika memiliki sarana yang memadai.
– Total Body TRX Workout: melakukan gerakan olahraga dengan bantuan tali elastis yang dipasang dari langit-langit.
– 9-Minutes Power Plank Workout: melakukan berbagai variasi gerakan plank yang dilakukan selama 9 menit.
5. Belajar dari sesi sebelumnya
Lakukan setiap gerakan dengan cara yang benar, semudah apa pun gerakan itu.
Ingatlah otot-otot apa saja yang berkontraksi, area mana saja yang terasa nyeri, serta sensasi menyenangkan yang Anda rasakan saat berhasil melakukan gerakan tersebut dengan benar.
Hal ini bermanfaat untuk menghindari kesalahan gerakan yang dapat berdampak pada kesehatan.
6. Menjalani rutinitas selama satu bulan
Anda boleh saja menyusun target jangka panjang saat kembali berlari setelah berhenti lama. Namun, cobalah untuk menjalani komitmen tersebut setidaknya selama satu bulan terlebih dulu.
Membagi target Anda ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil berguna agar Anda tidak kewalahan selama menjalaninya.
Begitu Anda mampu menjalani rutinitas ini selama satu bulan, lanjutkan dengan target serupa. Ini dapat menjadi tips jitu menjaga komitmen olahraga setelah lama berhenti.
7. Menjaga keamanan
Hindari jalan raya saat kembali berlari setelah berhenti lama. Ini akan membantu Anda untuk berlari tidak jauh dari kendaraan Anda jika sewaktu-waktu tidak kuat meneruskan berlari.
Carilah tempat latihan yang bebas dari lampu lalu-lintas dan memiliki bidang datar atau tidak terlalu curam, seperti di taman, gelanggang olahraga, dan lain-lain.
Memutuskan untuk kembali berlari setelah berhenti lama mungkin tidaklah semudah yang dibayangkan, tapi juga tidak mustahil untuk dilakukan.
Kuncinya adalah memotivasi diri untuk olahraga, rutinitas yang teratur, dan tidak perlu memaksakan diri untuk memulai kembali olahraga lari.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.