Orang-orang pemikir tingkat tinggi akan mengajukan pendapat kuat setelah memeriksa fakta, dan tidak akan mengatakan apa pun tentang hal yang tidak benar-benar ia pahami secara pasti. Berbeda dengan pemikir standar, yang selalu punya asumsi dan opini tentang setiap hal di dunia.

Pemikir tingkat tinggi tidak memiliki pendapat tentang segala hal, karena ia sadar dirinya mungkin tidak dalam kapasitas mengomentari sesuatu sebelum memeriksa fakta. Ia hanya merasa sedang menunjukkan prasangka dan omong kosong jika hal yang dikatakannya tidak berdasarkan bukti dan fakta.

4. Mau mengubah pemikirannya

Pemikir tingkat tinggi tidak sembarang bicara apalagi keras kepala. Ia terbuka terhadap perubahan dan segala kemungkinan dalam kehidupan nyata. Berbeda dengan pemikir standar yang berpegang teguh pada pendapatnya yang tidak berdasar serta mengedepankan prasangka.

Baca Juga  Lebih Optimal Coba Cuci Muka dengan Air Hangat, Dijamin Hasilnya Lebih Berseri

Pemikir rata-rata bisa memiliki pendapat tentang apa saha karena ia merasa tidak nyaman dan tidak percaya diri menerima kenyataan bahwa ia tidak cukup tahu tentang segala hal.

5. Mempertanyakan banyak hal

Pemikir tingkat tinggi selalu mempertanyakan banyak hal, segalanya adalah teka-teki, dan ia ingin tahu jawaban atas segala hal. Ketika diminta menerima sesuatu, ia tidak serta merta menerimanya. Ia harus menemukan penjelasan atau alasan logis untuk bisa menerimanya.

Beda dengan pemikir standar yang sok tahu tentang segala hal padahal hanya omong kosong belaka. Pemikir cerdas tidak malu mengakui ketidaktahuan mereka, karena itulah ia bertanya dan ingin menemukan jawabannya.(***)