Sementara dia masih sempat-sempatnya menyeruput kopi. Menunggu lantai berhenti menurun.

Lantai berhenti turun. Aku melihat sekeliling. Begitu banyak barang-barang yang tak pernah kulihat terpajang di lemari kaca di sekitar kami. Aku memiliki beberapa tebakan di pikiranku. Tebakan yang sedikit berbahaya.

Servia membawaku bertemu seseorang. Saat itu aku kira dia setingkat CEO atau paling tidak manajer tingkat rendah. Menilik dari penampilannya, ia seperti kakek tua yang hanya bisa berjalan dengan tingkat dengan perlahan-lahan. Tetapi jika kulihat lebih dalam, matanya penuh manipulasi. Duduk di belakang meja dengan momentum yang bagus tidak mungkin ia sekadar kakek tua.

Kami duduk di depannya. Dia tersenyum, walau tidak sampai ke mata. Senyum khas pengusaha. Aku balas tersenyum.

“Kenapa?” ucapnya tiba-tiba. Aku bingung.

“Dia cocok,” Bukan aku yang menjawab. Itu Cubusservia.

“Aku percaya dengan matamu. Jadi untukmu,” dia mengarahkan pandangannya padaku,” Jangan sampai melenceng dari batasmu,”

Aku memutar mata. Apakah semua orang di organisasi ini harus memiliki sikap yang misterius? Tak bisakah mereka langsung ke inti?

“Oh ayolah. Aku tidak datang ke sini hanya untuk sekadar memecah arti kalimat kalian seperti orang tak ber-IQ. Langsung saja apa intinya!” kataku tak tahan dengan mereka yang bertele-tele.

Baca Juga  Pantun-Pantun Semangat Literasi (Bagian I): Urang Kite Maco Nulis

Setelahnya, adalah kenangan yang terus segar di pikiranku. Servia menjelaskan detail yang harus kukerjakan sambil menjelaskan tentang organisasi tempat kami bernaung.

Hoseki, ternyata itu jauh dari kata abal-abal. Sangat jauh dari perkiraanku. Dari Servia, aku tahu bahwa Hoseki adalah organisasi rahasia tingkat tinggi. Organisasi yang sama sekali tidak bernaung pada apapun. Organisasi yang berdiri sendiri. Pendirinya bahkan tidak diketahui siapa. Setidaknya untuk anggota lama seperti Cubusservia, itu adalah hal yang mustahil.

Jangan bicarakan pusatnya. Cabangnya saja sudah sangat elit. Seperti yang kudatangi kala itu, aku sampai tercengang. Entah bagaimana cara mereka menyembunyikan teknologi yang sangat canggih melebihi negara paling canggih saat itu. Bahkan sampai sekarangpun, setahuku tak ada negara yang memiliki  teknologi secanggih itu. Penemuan teknologi tingkat tinggi seperti itu adalah satu hal. Tapi menyembunyikannya di mata elit global adalah hal lain.

Sudah pasti sekokoh apa fondasi Hoseki sampai berani menggunakan teknologi secanggih itu tanpa takut direnggut atau dipublikasi.

Ding dong~

Aku terperanjat dari lamunanku sore itu. Jam tua cafe telah berdentang menandakan waktu sudah pukul 6. Langsung saja aku membereskan barangku dan pulang.

Baca Juga  Rapuh

Aku hanya menyayangkan minimnya organisasi hebat seperti itu. Organisasi yang masih menjunjung tinggi moral dan sangat menjaga lingkungan. Organisasi yang seperti namanya, memberi harapan. Entah harapan hidup atau harapan lainnya.

Semenjak aku berhenti untuk menjadi bagian dari intelijen mereka. Organisasi itu lenyap tanpa kabar. Walau aku tahu bahwa aku tetap dipantau entah dari mana. Demi menjaga kerahasiaannya, seharusnya aku mustahil untuk keluar dari organisasi.

Intinya, semakin banyak kau tahu, semakin bahaya hidupmu.

Untungnya aku bisa keluar lebih awal dan hidup seperti biasa. Setidaknya sebelum aku membuka pintu rumah dan sudah ada Cubusservia dan lelaki tua itu di ruang tamuku. Mereka “bertamu” dan pasti itu bukanlah hal baik.

“Halo Saka. Selamat ikut andil kembali.”

“Hah?”

“Kau tidak akan mengira kau betulan keluar kan? Kau hanya libur. Jangan berfantasi,”

Celaka.

TAMAT

Catatan Kaki:

Sifat dan karakter nama Servia

Servia melambangkan pesona dan karisma. Ia adalah seorang yang glamor dan ingin menjadi pusat perhatian.

Ia mengutarakan gagasan dan acara, serta bekerja keras untuk mewujudkannya.

Baca Juga  Pantun: Air Pergi lah Kering

Ia adalah seorang yang perasa, pemimpi, tulus, dan semangat.

Cubuss

Diambil dari kata kubus, benda 3 dimensi yang saya anggap sebagai lambang matematika. Kenapa matematika? Karena matematika berkaitan erat dengan teknologi. Ini bermaksud menggambarkan sisi canggih teknologi yang ada di dalam cerita.

Cubuss juga bisa diambil dari kata succubus, iblis wanita yang rupawan dan mempesona serta mudah mempengaruhi orang lain. Selaras dengan arti kata Servia.

Gabungan dari itu menghasilkan karakter yang mempesona, berkarisma, namun tetap perasa, pemimpi, tapi disertai dengan segala kecanggihan teknologi akal dan pikiran hingga wajar jika pemikirannya amat berbeda dari orang kebanyakan.

Hoseki

dari kata Jepang, yang dalam bahasa latin SPES, berarti harapan. Ialah nama organisasi yang menaungi cubusservia dan mengekang tokoh utama dalam cerita. Nama Hoseki di ambil dari kata Jepang karena Jepang merupakan negara yang peduli akan lingkungan, pemilahan sampah, penanggulangan bencana alam, dan teknologi tinggi yang menjaga lingkungan. Ketertiban dan sikap menjaga alam dari Jepang ini adalah harapan di masa depan agar bumi yang kita kenal tetap ada untuk generasi selanjutnya.