Ia mengutarakan, TPS khusus hanya diadakan untuk penyandang disabilitas, dan rumah tahanan dan rumah sakit saja. Hal ini dikhawatirkan akan terjadi persoalan karena para penambang dan pekerja kebun sawit tidak terakomodir.

“Temen-temen khususnya perkebunan sawit harus membantu membuka diri, terkait para pekerja yang akan memberikan hak pilihnya pada Pemilu 2024 mendatang,” ungkap dia.

Ia menambahkan, dimensi kontestasi dan partisipasi menjadi titik fokus perhatian pihaknya pada pesta demokrasi 2024 mendatang.

“Kontestasi itu lebih ke pola kampanye, politik identitas yang mungkin agak menjadi isu dalam pelaksanaan ke depan. Sedangkan partisipasi lebih ke proses bagaimana tingkat partisipasi masyarakat agak kurang,” tukasnya.

Baca Juga  Safari Ramadan di Masjid Agung, Pj Gubernur Babel Ajak Jemaah Maknai Puasa