Hutan Angker (Tamat)
” Waktu Mba hanya 1 hari 1 malam,” jawab Pak Supri.
“Hah, yang bener, Pak?” tanya Cleo dengan syok, bagaimana bisa ia mencari suami dengan waktu sesingkat itu.
Cleo dan Adnan pamit pulang, setelah di dalam mobil Adnan memulai bicara.
“Aku akan membantumu,” ucap Adnan.
“Gimana?” ucap Cleo sambil melihat ke arah Adnan.
“Menikahimu,” jawab Adnan santai. Tetapi biarpun dia kelihatan santai dia suka dengan perempuan di sampingnya ini.
“Serius, Dok?” ucap Cleo tidak menyangka.
“Hmmm, hari ini juga akan aku urus,” ucap Dokter Adnan.
” Okey, Dok,” jawab Cleo.
Cleo dan Adnan membeli peralatan untuk mereka menikah dan mendatangi penghulu kenalan Adnan dan mereka pun menikah secara siri dulu, secara hukumnya nanti. Selesai mereka menikah kemudian mereka bersiap-siap untuk menyelamatkan jiwa teman-temanya, karena tidak memiliki waktu yang banyak. Sebelumnya ia ke rumah Pak Supri dulu untuk memberi tahu dan Pak Supri juga memberikan tiga kertas yang isinya berbeda untuk melawan berbagai rintangan di dalam hutan nantinya.
Kini Cleo dan Adnan sudah di perjalanan menuju jalan Bantara. Setelah sampai mereka langsung masuk kedalam hutan dengan bergandengam tangan, tak lupa membawa kompas. Banyak rintangan yang mereka hadapi dan gangguan para makhluk halus. Mereka terus mengikuti kompas lalu istirahat serta makan ketika mereka merasa lelah.
Setelah lama mencari sumur yang dimaksud Pak Supri, Cleo dan Adnan pun menemukannya. Mereka langsung menuangkan alat yang diberi pak supri ke dalam sumur tersebut lalu banyak cahaya yang ke luar dari dalamnya.
“Alhamdulillah,” ucap Cleo.
Mereka langsung keluar dari hutan dan kembali ke rumah sakit untuk melihat teman Cleo.
Teman-teman Cleo pun sudah sadar dan mereka mencari keberadaan Cleo dan bertanya kepada satu orang yang berada di ruangan mereka.
“Maaf Pak, apa Bapak melihat Cleo teman kami?” tanya Dhirey kepada Pak Supri yang sedang menunggu mereka.
“Oh, Mba Cleo belum pulang dari hutan Bantara, tadi kan Mba Cleo sama Dokter Adnan menyelamatkan kalian dari ikatan cambuk yang diikat oleh sosok kuntilanak yang kalian temui di hutan itu,” jawab Pak Supri.
Dhirey dan Keyla yang mendengar penjelasan dari Pak Supri itu merasa bersalah karena tidak mendengar ucapan Cleo saat itu.
“Ceklek!”
Bunyi pintu dibuka datanglah orang yang mereka tunggu yang tak lain adalah Cleo bersama dengan Dokter Adnan.
Lekas ketiganya saling berpelukan. Mereka pun dengan segera melupakan keinginan mereka untuk berkunjung ke rumah si dosen. Mereka tak ingin hal buruk menimpa mereka kembali.
Tamat

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.