Untuk sosialisasi anti doping pun, baru Koni Provinsi Bangka Belitung yang menyelenggarakan sosialisasi berupa tindakan preventif.

“Setelah ngobrol tadi ternyata kita jadi yang pertama, kalau Provinsi lain itu rata-rata mintanya tes doping begitu,” terangnya.

Selain itu Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran, Topan Anggara berharap sosialisasi yang telah diberikan dapat diterapkan di masing-masing pengurus cabor.

“Kita ingin anti doping ini diterapkan, saat pelaksanaan program-program kegiatan. Target ke depan kita ingin berprestasi di ajang mulai dari Kejurnas, Porwil dan PON 2024,” ucap Topan.

Baca Juga  Sampaikan Belasungkawa, Pj Gubernur Suganda: Banyak Karya Nico Plamonia untuk Negeri Serumpun Sebalai