Bosan Wisata Alam? Yuk Coba Wisata Sejarah Dengan Mengunjungi Wisma Ranggam Muntok
Jauh sebelum masa itu, pesanggrahan ini adalah tempat pengasingan seorang bangsawan dari tanah Jawa, yaitu Pangeran Hario Pakuningprang oleh Belanda pada bulan Februari 1897.
Pangeran Hario Pakuningprang sendiri adalah cucu dari Sri Pangeran Paku Alam II dari kesultanan Yogyakarta yang diasingkan Belanda karena menolak memerangi Aceh dan berbalik menyerang pasukan Belanda. Sultan berada di Muntok selama 6 bulan dan meninggal di Muntok pada bulan Agustus 1897. Makamnya terdapat di Kebun Nanas Muntok.

Nah berikut ini beberapa komentar dari para wisatawan yang sudah berkunjung ke Pesanggrahan Menumbing.
“Sejarah dan Fakta yang sangat menarik, bagaimana Mentok dan Masyarakatnya menjadi bagian krusial dalam perjalanan perjuangan pengakuan kedaulatan penuh Indonesia.
Bangunan dan isi sangat terjaga, guidenya juga berwawasan luas dan story tellingnya bagus. Ask anything about this history, you’ll get the right answer,” cuit Chandra Bimantara.
“Salah satu tempat bersejarah pada saat awal perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia yang berada di Kota Muntok Kabupaten Bangka Barat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Disini tempat diasingkannya para pendiri bangsa. Sebelum dipugar dan direnovasi tempat ini menjadi wisma pegawai yang disebut wisma ranggam baru kemudian dilakukan renovasi dikembalikan ke asal menjadi tempat sejarah dan telah berganti nama menjadi Pasanggrahan BTW Roemah Persinggahan. Halaman parkir cukup luas, pada saat sudah berada di dalam kita disambut pemandu untuk menjelaskan tentang detil peristiwa sejarah,” tulis Doni Mundarta.
“Sebagai anak bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme bagi diri sendiri wajib kunjungi tempat ini, duo proklamator bangsa Indonesia pernah ditahan disini oleh Belanda (bung Hatta di Manumbing sekitar 10 km dari wisma ini). Jas Merah kata Bung Karno. Jangan lupakan sejarah,” beber Ris Kott.(***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.