“Mereka lebih mendominasi ke bekerja dan wirausaha. Karena karakteristik kompetensi keahlian kalau di bisnis manajemen anak lebih cenderung melanjutkan ke pendidikan tinggi,” terang Saiful.

“Kalau yang teknik logi dan rekayasa permesinan, las, mungkin ada yang melanjutkan pendidikan vokasi termasuk di farmasi dan kesehatan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah SMK di Bangka Belitung sebanyak 59 unit sekolah 36 negeri dan 23 swasta. Pihaknya berharap tiga komponen dari lulusan SMK itu yakni pertama bekerja sesuai kompetensi, kedua berwirausaha dan ketiga melanjutkan atau kuliah.

“Kalau orang sering menyingkatnya BMW, bekerja, melanjutkan, wirausaha, itu harapannya. Kami dari pengelolaan pendidikan menengah kejuruan dengan mengacu pada pengelolaan Ditjen Pendidikan Vokasi dan Pendidikan ya sama, selaras kita, bekerja, wirausaha dan melanjutkan,” pungkasnya.

Baca Juga  Menjaga Rumah Bernama Bangka Belitung