Pintu Gerbang yang dimaksud adalah Desa Pagarawan yang tentunya secara wilayah pembangunan masuk dalam pekerjaan rumah “PR” bagi Pemerintah Kabupaten Bangka.

Kesan yang dibangun belum terlihat seperti kesan kawasan pendidikan. Secara sosial dan ekonomi imbas dari suatu icon/simbol adalah dapat meningkatkan kesejahteraan.

Jika dianalogikan dalam konsep ekonominya “icon” tersebut merupakan “hulunya” dan kesejahteraan masyarakat merupakan “hilirnya”.

Pembangunan kawasan pendidikan ini tentunya perlu dilakukan dengan tata kelola yang baik. Kesan yang dibangun harus mampu mengakomodir nilai-nilai pendidikan di dalamnya.

Jika disandingkan dengan budaya tentunya penambahan ciri ornament Melayu sangat baik untuk ditambahkan. Jadi, jika dipadu keduanya menjadi suatu jalinan kuat Pendidikan dan Kebudayaan di Bangka Belitung.

Baca Juga  Bupati Bangka Selatan: Gaya Kepemimpinan One Man Show?

Untuk itu, dalam menjalin rajutan yang dinamai pendidikan dan kebudayaan, pemerintah setempat perlu mendukung hal tersebut.

Argumen ini tentunya terlihat dalam amanat Pasal 31 ayat 4 UUD 1945 Amandemen ke-4 yang mengamanatkan bahwa negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.

Dari amanat tersebut, pemerintah sebagai unsur pelaksana pembangunan yang menjadi kawasan wilayahnya tentunya berkewajiban menjalankan amanat tersebut.

Tinggal pelaksanaan amanatnya yang sesuai dengan kebutuhan dan urgensi pentingnya dilakukan pembangunan tersebut.  Dukungan awal berupa pembangunan jalan dua ruas memasuki Desa Pagarawan menju lokasi kampus, merupakan stimulus awal sebagai infrastruktur dasar.

Mengingat bertambahnya jumlah civitas akademika di dalamnya, tentunya hal tersebut belum selesai.

Baca Juga  Runtuhnya Peradaban Diplomasi: Dari "Negara Mafia" Menuju Perang Dunia III?

Fasilitas keselamatan seperti pembangunan sarana penerangan perlu dilakukan.

Pembangunan icon seperti pintu gerbang juga akan menjadi Kawasan Pendidikan Provinsi Bangka Belitung dan diharapkan ke depannya menjadi kebanggaan masyarakat dan pemerintah daerah.

Kesan pertama yang berbentuk gerbang kawasan pendidikan seharusnya mulai dipikirkan untuk dibangun sehingga akan berlanjut pada  pembangunan-pembangunan di dalamnya, dan berakhir pada pintu keluarnya di garis finishnya.

Mengingat urgensi kawasan pendidikan ini, maka diperlukan kajian komprehenship untuk mencapai kawasan pendidikan yang berimbas bagi komponen-komponen di dalamnya, baik masyarakat maupun pemerintah sendiri dan susitanable untuk jangka panjang.

Untuk itu, dalam pengembangan pendidikan bukanlah sesuatu hal yang sederhana dan hanya menyangkut aspek pendidikannya saja,  namun juga terkait perencanaan ruang,  dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Baca Juga  Kejujuran dan Validitas Data

Terakhir, untuk pemikiran kita semua, pertanyaan besar yang perlu dijawab bersama adalah pentingkah kawasan pendidikan di Provinsi Bangka Belitung ini? (***)