Oleh: Dr. Darus Altin, SE, MMSI
Dosen Program Magister Manajemen FE UBB & Pengurus ISEI Bangka Belitung

Secara linguistik, Istilah “kawasan” yang berasal dari kata “wasa: (bahasa Jawa Kuno/sansekerta), diartikan sebagai daerah yang memiliki ciri khas tertentu atau berdasarkan pengelompokan fungsional kegiatan tertentu.

Di Indonesia telah banyak daerah-daerah yang menciptakan suatu kawasan-kawasan baru untuk kegiatan-kegiatan tertentu misalnya seperti kawasan industri, kawasan perdagangan, dan kawasan rekreasi.

Selain itu, pendidikan yang merupakan awal tonggak penciptaan peradaban dan berkemajuan  tentunya juga harus dipikirkan terbentuk dalam satu kawasan dengan tata kelola yang baik.

Mengutip artikel yang berjudul Penyusunan Tipologi Kawasan Pendidikan di Indonesia (Astuti dan Herlambang, 2020), bahwa kawasan pendidikan merupakan kesatuan kawasan fungsi pendidikan dengan fasilitas dan sarana pendukung beserta lingkungan yang memungkinkan kegiatan akademik dan non-akademik berjalan secara baik.

Baca Juga  Pahami Anak Kita

Kawasan pendidikan, terutama kawasan pendidikan tinggi atau universitas, pada umumnya menjadi struktur utama serta penggerak kegiatan sosial ekonomi sebuah perkotaan.

Sebagai contoh pembangunan Kawasan Pendidikan Samata-Bontomarannu  di Gowa Sulawesi Selatan, akan mengakibatkan adanya migrasi yang masuk bukan saja melanjutkan studi tetapi juga mencari kesempatan dan peluang kerja.

Selain itu, kawasan pendidikan tersebut juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat. Seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, budaya, kebiasaan masyarakat, serta keagamaan.

Selanjutnya, pengembangan Kawasan Pendidikan EduTown Bumi Serpong Damai, Tanggerang telah memberikan stimulus untuk pembangunan kampus-kampus atau universitas di lokasi kawasan tersebut.

Kawasan pendidikan diharapkan menjadi satu kesatuan kawasan fungsi pendidikan dengan fasilitas dan sarana pendukung beserta lingkungan yang memungkinkan kegiatan akademik dan non-akademik berjalan secara baik.

Baca Juga  Makan Bekal Gratis (MBG) Emak

Artinya, dari definisi tersebut, tentunya membangun kawasan merupakan pembangunan lingkungan di dalamnya.

Jika kita, kembalikan dalam konteks kelokalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tentunya penciptaan kawasan pendidikan diharapkan  akan terealisasi.

Urgensi tersebut terlihat dengan menggeliatkan perkembangan pendidikan di daerah ini. Geliat tersebut, hendaknya dibarengi dengan pengembangan kawasan yang berada di sekitar lokasi pendidikan tersebut.

Kawasan pendidikan seharusnya juga memungkinkan masuk dalam Rencana Tata Ruang Provinsi Bangka Belitung atau Kabupaten Bangka.

Melihat perkembangannya, dengan adanya kampus negeri yang merupakan ciri suatu provinsi seperti Universitas Bangka Belitung di Balunijuk, Sekolah Polisi Negara di Air Duren, dan IAIN SAS Babel di Desa Petaling diharapkan menjadi dukungan awal untuk berdirinya kawasan tersebut.

Baca Juga  Jangan Jadikan Kampus sebagai Pabrik Robot Berijazah

Selain itu, juga ada bakal pengembangan kampus swasta seperti STIE/STIH Pertiba dan Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung di Desa Kace semakin memperkuat dalih untuk pendirian kawasan pendidikan tersebut.

Namun sangat disayangkan, saat kita memasuki gerbang awal pendidikan tersebut, di pintu masuk awal suatu peradaban dan berkemajuan, kita sama sekali tidak melihat suatu pencitraan yang baik untuk masuk suatu kawasan pendidikan.