5 Penyakit Gigi yang Sering Terjadi, Hati-hati Nomor 3
Sementara itu, periodontitis agresif biasanya muncul pada masa kanak-kanak atau awal masa dewasa dan menyerang hanya sebagian kecil orang.
3. Gingivitis
Gingivitis merupakan masalah gigi dan gusi umum akibat inflamasi atau peradangan yang terjadi pada gusi. Gejalanya meliputi gusi bengkak, perubahan warna gusi menjadi merah tua, perdarahan gusi, dan bau mulut.
Gusi yang sehat umumnya keras dan berwarna merah muda pucat. Apabila gusi Anda bengkak, merah kehitaman, dan mudah berdarah, Anda mungkin kena gingivitis.
Gingivitis bisa bersifat ringan sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Namun, jika dibiarkan tanpa diobati, penyakit ini dapat menyebabkan periodontitis yang jauh lebih serius sehingga mengakibatkan kehilangan gigi.
Penyebab utama dari gingivitis yaitu kebersihan gigi dan mulut yang buruk. Kebiasaan yang baik seperti menyikat gigi dua kali sehari, membersihkan celah gigi dengan benang gigi setiap hari, dan melakukan pemeriksaan gigi rutin dapat membantu mencegah gingivitis.
4. Plak gigi
Kotoran yang menempel di dalam rongga mulut akibat sisa makanan dapat memicu pembentukan plak pada gigi. Jika dibiarkan, plak pada gigi yang semula berwarna kuning akan semakin mengeras dan menghitam sehingga terlihat seperti batu karang yang menempel pada gigi.
Beberapa kebiasaan buruk yang sering Anda lakukan bisa jadi penyebab munculnya masalah gigi ini. Kebiasaan tersebut di antaranya jarang menggosok gigi, terlalu sering makan makanan manis, jarang makan sayuran dan buah, dan jarang kontrol ke dokter gigi.
Jika dibiarkan, sisa makanan yang menumpuk dapat mengakibatkan pembusukan pada gigi. Bakteri pun erkembang pada area tersebut sehingga dapat menimbulkan bau mulut dan radang gusi.
5. Erosi gigi
Erosi gigi merupakan terkikisnya lapisan email gigi (enamel) akibat asam yang menempel pada gigi. Email merupakan lapisan keras pelindung gigi yang melindungi jaringan dentin yang sensitif.
Apabila enamel terkikis, jaringan dentin di bawahnya akan terekspos. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit dan menjadikan gigi lebih sensitif.
Masalah gigi yang satu ini dapat disebabkan oleh konsumsi minuman bersoda atau minuman manis yang berlebihan, mulut kering, penyakit asam lambung, efek samping dari obat-obatan seperti aspirin dan antihistamin, serta faktor lingkungan dan genetik.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.