Penyakit yang dikenal juga dengan sebutan flu Singapura ini adalah infeksi virus yang umum menyerang anak-anak. Penyebab paling umum adalah virus coxsackievirus.

Anak yang terkena penyakit ini akan mengalami gejala berupa benjolan melepuh pada lidah, gusi, atau di bagian dalam pipi. Gejala lain yang menyertai adalah demam, sakit tenggorokan, tubuh lemah, ruam merah tanpa gatal di telapak tangan, telapak kaki, atau bokong.

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Dokter biasanya meresepkan obat tertentu untuk meredakan gejala yang muncul. Kondisinya akan membaik dalam 7 atau 10 hari. Dalam kasus parah, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi seperti ensefalitis atau meningitis.

Hand foot mouth disease bisa menular lewat ingus, dahak, cairan dari lepuhan, atau percikan air ludah. Agar tidak tertular, rajin mencuci tangan dan menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi. Oleh karena itu, anak yang sakit harus dirawat terpisah dari anak yang sehat.

Baca Juga  Tingkatkan Resiko Obesitas Pola Jam Tidur Terbalik Bahaya Untuk Kesehatan

4. Herpes oral

Herpes oral adalah kondisi infeksi virus herpes simpleks-1 (HSV-1) yang menyerang mulut, bibir, dan gusi. WHO memperkirakan sekitar 67% orang di bawah 50 tahun telah terinfeksi virus HSV-1. Saat menyerang mulut, kondisi ini biasanya ditandai dengan ruam, bengkak, dan sariawan sekitar mulut. Ruam bisa berubah menjadi luka melepuh atau lenting.

Gejala herpes oral bisa mereda tanpa pengobatan setelah 1 hingga 2 minggu. Dokter akan menyarankan penggunaan obat antivirus untuk mengurangi rasa sakit dan gatal, serta menghilangkan luka herpes. Obat herpes oral yang Anda pakai tersedia dalam bentuk tablet, infus, atau obat oles (krim atau salep).

Berbeda dengan sariawan yang tidak menular, herpes oral bersifat menular dan bisa dengan mudah menyebar melalui air liur atau kontak langsung dengan bagian yang terinfeksi, seperti lapisan mulut atau lidah.

Baca Juga  Bisa Turunkan Berat Badan, Ini 5 Manfaat Kopi Hijau

5. Papiloma skuamosa

Papiloma skuamosa umumnya terkait dengan infeksi human papillomavirus (HPV) pada rongga mulut sehingga mungkin menimbulkan benjolan tunggal berbentuk tak beraturan. Kondisi yang juga dikenal sebagai HPV oral ini bisa menular melalui hubungan seks oral atau berciuman, terutama jika Anda sering bergonta-ganti pasangan.

Pengobatan papiloma skuamosa bisa Anda lakukan melalui prosedur pembedahan atau ablasi laser. Infeksi HPV oral juga sangat berkaitan dengan berkembangnya kanker mulut atau kanker orofaringeal. Maka, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui ada tidaknya risiko kondisi ini.(***)