Jangan Lupa Bersyukur
Karya: Putri Rahmawati, Siswi SMAN 1 Simpang Rimba
Udara pagi ini sangatlah sejuk. Kuawali hariku dengan penuh senyuman. Aku bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan sampai saat ini.
Hari minggu membuat orang jadi malas melakukan aktivitas. Ada yang memilih berlibur dan ada pula yang di rumah melepas lelah setelah hari hari sebelumnya yang penuh dengan aktivitas.
Begitu pula dengan Salsa dia lebih memilih untuk bersantai di rumah dibanding untuk pergi sekolah. Baginya libur 2 hari itu tidak cukup sehingga ibunya berkata,
“Salsa kamu tidak berangkat sekolah ini sudah siang loh nak,” ujar ibunya.
Salsa masih mengantuk Bu dan masih capek juga, boleh Bu ya satu hari saja tidak masuk sekolah lagian hari ini juga tidak ada PR Bu soalnya aku males banget hari ini sekolah Bu, aku males untuk upacara bendera,” jawabnya.
“Kamu jangan seperti itu Nak, sekolah itu sangat penting untuk masa depanmu, kamu jangan sampai seperti ibu dulu yang malas sekolah dan tak ingin lagi sekolah sampai akhirnya ibu menyesal karena ibu tak melanjutkan pendidikan ibu dulu jangan sampai kamu begitu ya nak,” ujar ibuku.
Sudahlah Bu, Salsa masih mengantuk sekali, Salsa males upacara Bu lebih baik aku lanjut tidur Bu,” jawab nya.
Melihat gelagat dari anaknya ibu Salsa pun menjadi sangat kesal dan geram langsung menarik anaknya. Lalu ia mengajaknya ke panti asuhan yang dipenuhi oleh anak anak dari latar belakang berbeda.
“Nak cepat sekarang kamu bangun dan ikut Ibu jika kamu tidak bangun maka akan ibu siram kamu pakai air biar basah,” ujar ibunya dengan sangat kesal.
“Males lah bu aku mager dan ngantuk juga,” jawab Salsa.
“Cepat bangun akan ibu itung sampai tiga jika kamu tidak bangun akan ibu siram kamu satu, dua, dan tiga, ” sahut ibunya.
Akhirnya Salsa pun mau tidak mau dengan terpaksa langsung bangun dan tidak jadi tidur dan ia berkata kepada sang ibunya
“Ibu menyuruh aku bangun memangnya ibu mau bawa aku ke mana Bu,” ujarnya.
Kamu tidak perlu tau Nak kamu ibu ibu saja sekarang cepat,” jawab ibunya.
“Iya iya bu, ” sahut Salsa.
Ibunya pun langsung segera bergegas untuk mengajak anaknya itu ke suatu tempat agar ia bisa sadar bahwa tindakanya itu sudah salah dan sesampainya di sana ibunya kemudian berkata,
“Nak lihatlah mereka sudah tidak mempunyai kedua orang tua yang membiayai sekolah padahal mereka ingin sekolah untuk sekolah,” jelas ibu memberi tahu kepada anaknya itu.
Kemudian ibunya mengajaknya lagi ke sebuah tempat yang di sana banyak anak anak mengamen dan juga gelandangan yang tak tahu di mana mereka tinggalnya. Kemudian ibunya berkata lagi,
“Lihat mereka, mereka mengemis mencari uang untuk makan saja begitu susah, susah payah mencarinya apalagi untuk biaya sekolah” jelas ibunya lagi.
Salsa hanya bisa terdiam dan menangis akan melihat hal itu dan dan merenungkan akan kesalahanya yang tidak bersyukur akan nikmat yang sudah diberikan oleh Allah SWT.
Kemudian setelah dari situ ia menangis ia sadar dan akhirnya Salsa ingin berangkat sekolah meskipun agak terlambat. Ia langsung ingin pulang dan setibanya di rumah ia segera buru buru bergegas bersiap siap untuk pergi ke sekolah yang diantar oleh ibunya tercinta.
Di perjalanan menuju sekolahnya ia melihat pula ada anak yang sekolah yang berjalan pincang dan serba kekurangan sehingga ia berkata dan bertanya lalu menghampirinya berkata,
“Assalamualaikum Dek” ujarnya
“Waalaikumsalam Kak, iya Kak ada apa ya,”jawab anak itu.
“Dek mengapa engkau bisa berjalan pincang seperti ini dan kemana keluargamu dek mengapa ia tidak mengantarkanmu dek,” ujarku.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.