Jangan Lupa Bersyukur
Aku pincang seperti ini sudah dari kecil kak dulu aku jatuh dari kamar mandi kak sehingga aku pincang kak dan tak bisa diobati lagi kak dan juga orang tua saya sudah lama meninggal kak saya sekarang hidup diasuh di panti asuhan kak,” jawab anak itu.
“Astaghfiruloh dek begitu malang sekali nasibmu Dek,” ujarku.
“Ya begitulah hidupku kak aku hidup dan tinggal di panti aku juga harus pergi bersekolah yang rajin agar nanti kedua orangtua ku di surga sana bisa melihatku sukses Kak,” jawabnya.
“Masyaallah sekali dek dirimu begitu besar impianmu untuk sekolah semoga kamu bisa sukses ya Dek amin,” sahutku.
“Amin Kak makasih Kak ya atas doanya,” jawabnya.
“Iya Dek, sama sama,”ujarku
“Kalau begitu mari Kakak antar pergi ke sekolah nya Dek bersama ibu Kakak,” jawabku.
Tidak usah repot repot kak aku bisa berangkat sendiri lagian juga sekolahnya tidak jauh lagi Kak,” sahutnya.
“Owh oke kalau begitu, kakak pamit dulu ya Dek. Assalamualaikum Dek cantik,” ujarku dan ibuku.
“Waalaikumsalam kak, hati hati di jalan ya kak” jawab adik itu.
“Iya Dek ,owh iya dek kakak lupa ini ada sedikit uang untuk adek tolong diterima ya Dek semoga uang ini bisa bermanfaat untuk Adek,” ujarku dan ibuku.
“Alhamdulillah, makasih kak semoga rezeki kakak dan ibu kakak dilancarkan ya kak oleh Allah swt,” jawab adik itu.
“Iya dek sama sama,”jawabku
Aku pun mulai langsung pergi berjalan menuju sekolahku lagi bersama ibuku setelah dari tadi aku mengobrol dengan anak itu sehingga aku berkata dalam hatiku,
“Ya allah ingin rasanya aku menangis karena aku tak tahan melihat penderitaan yang perih dialami anak itu. Alangkah beruntungnya aku masih memiliki fisik yang sempurna dan mempunyai keluarga yang lengkap tetapi aku bermalas malasan dalam bersekolah. Sedangkan anak itu yang serba kekurangan saja semangat untuk sekolah, ” gumam ku dalam hatiku.
“Ya Allah mengapa aku tak bisa menyadari bahwanya aku harus bersyukur apa yang telah engkau berikan kepadaku terimah kasih ya Allah atas nikmat yang telah engkau beri aku bisa bersekolah dan juga hidup bercukupan dengan kedua orangtua yang lengkap,” ujarku lagi dengan rasa sedih dan penyesalan.
Tanpa terasa akhirnya Salsa pun tiba di depan gerbang sekolahnya tercinta setelah lama ia tadi sepanjang perjalanan melihat anak anak yang serba kekurangan tapi masih bisa bersyukur membuat Salsa sadar akan kesalahan yang telah ia perbuat dengan ia bermalasan untuk pergi kesekolah sehingga ia berkata di depan gerbang ke pada ibunya,
“Ibu Salsa janji sekarang aku akan sekolah yang rajin setiap harinya Bu dan tidak akan mengecewakan ibu lagi,” ujarnya.
“Syukur alhamdulillah Nak jika kamu sudah menyadari kesalahanmu dan tidak akan mengulanginya lagi ibu bersyukur sekali, “jawab ibuku.
“Iya Bu mulai sekarang Salsa janji salsa akan belajar dan bersekolah dengan sungguh sungguh agar Salsa bisa menggapai cita cita Salsa menjadi Polwan agar nantinya ibu dan ayah bisa bangga kepadaku,” ujarku.
“Amin ya robal alamin Nak semoga apa yang kamu inginkan tercapai ya Nak dan juga doa ibu dan ayah selalu menyertaimu agar kamu nanti bisa sukses di masa depan,” jawab ibuku dengan sedih tulus dan terharu.
“Amin Bu,” jawabku lagi.
“Ya sudah sana Nak sekarang kamu masuk ke sekolah pasti teman temanmu sudah menunggumu dan ingat ya Nak jika ada tugas dari guru harus dikerjakan jangan tidak dikerjakan,” ujar ibuku.
“Iya Bu siap, kalau begitu Salsa masuk dulu ya Buk dan ibu hati hati di jalan ya, assalamualaikum ibuku tersayang, ” jawabku sambil mencium tangan ibu.
“Waalaikumsalam Nak,” sahut ibuku.
Salsa pun setelah berpamitan langsung bergegas masuk ke sekolahnya. Semenjak kejadian itu, apa yang telah ia perbuat tadi di rumah. Salsa pun kini menjadi anak yang sangat rajin sekolah. Ia juga suka membantu teman temanya setiap harinya dan juga ia sudah berubah drastis dan tak mengulangi kesalahan yang sama sampai kapanpun itu dan untuk selamanya.
Tamat

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.