BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Sistem pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan barcode dikeluhkan konsumen. Agus (40) warga Kampung Jawa Sungailiat salah satunya mengeluhkan sistem barcode saat dia hendak mengisi BBM jenis pertalite di SPBU Parit Padang.

“Sudah 2 kali saya mau isi BBM pakai barcode. Alasan pertama katanya sudah full. Dan nomor polisi kendaraan saya sudah terpakai. Jadi saya ga bisa isi BBM,” terang Agus kepada timelines.id Selasa (21/3/2023).

Agus pun membuka aplikasi mypertamina di smart phonenya. Dia mencoba menggantikan barcode miliknya dan di-update dengan yang baru. Namun kali keduanya, hal yang sama ia terima.

“Saya coba ganti barcode. Dan setelah mendapat barcode yang baru saya ke SPBU lagi. Ternyata lagi – lagi jawabannya sama,” keluhnya.

Baca Juga  Gempa Guncang Pulau Jawa, Mikron Antariksa Keluarkan Himbauan Bagi Warga Bangka Belitung Yang Akan Bepergian

Kata dia, padahal kendaraan miliknya tidak setiap hari melakukan pengisian BBM. Namun kekesalan ini pun sempat ia curahkan di akun sosial media Instagram milik Pertamina.

“Saya sudah komplain ke Ig milik Pertamina. Kenapaa bisa begini. Berarti Indentitas kendaraan saya bisa disalahgunakan dong”,kritiknya.

Sementara itu, Manager Operasional SPBU Parit Padang Suzana saat dikonfirmasi timelines.id mengatakan saat ini masih ada 2 sistem yang diterapkan untuk mengisi BBM di sejumlah SPBU. Sistem manual dengan mencatat nomor polisi kendaraan konsumen dan menggunakan scan barcode.