Keluhkan Sistem Pengisian BBM Dengan Barcode, Agus: Dua Kali Saya Coba Tetap Tidak Bisa
“Sekarang ini kan masih isi pakai nopol. Jadi konsumen yang belum memiliki barcode masih bisa mengisi BBM maksimal 20 liter. Kalo yang menggunakan barcode 40 liter sehari. Kendala barcode ini bisa digunakan orang lain. Mungkin ada operator dari SPBU lain yang menginput nomor polisi asal – asalan,” jelas Suzana.
Menurutnya kelemahan sistem barcode ini apabila masih digunakan sistem input nomor polisi. Namun kata dia, apabila semua SPBU sudah menerapkan sistem barcode kemungkinkan kecil identitas kendaraan bisa disalahgunakan pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Karena di SPBU masih menggunakan sistem input nopol. Makanya barcode itu ga bisa dipakai barengan. Kecuali semua SPbU sudah memberlakukan sistem barcode. Kemungkinan kecil bisa digunakan orang lain. Karena pemilik kendaraan saja yang pegang barcodenya”, lanjutnya.
Untuk menelusuri penyalahgunaan identitas kendaraan, kata dia bisa dilakukan penelusuran. Sehingga diketahui di SPBU mana yang sering salah input nopol.
“Bisa dicek ke Tim Telkom yang punya digitalisasi. Ketahuan nanti SPBU mana yang salah ketik nomor polisi kendaraan,” jelasnya.
Tentang penggunaan barcode, dia pun masih menunggu kebijakan dari Pertamina. Himbauan terakhir katanya akan diterapkan sistem barcode pada tanggal 21 Maret 2023. Namun hingga hari ini, sistem input nopol konsumen masih bisa dilakukan di setiap SPBU.
“Makanya kemarin katanya sampai tanggal 21 Maret. Hari ini sudah tanggal 21 tapi masih bisa dilakukan pengisian BBM tanpa bsrcode. Saya tanya petugas yang bantu bikin barcode katanya dari Pertamina berlaku barcode pada tanggal 31 Maret nanti. Mungkin penerapan di SPBU tanggal 1 April nanti,” katanya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.