Kedua, pahala dari kebaikan dibalas berkali-kali lipat dari bulan biasanya. Rasulullah SAW bersabda, ”Semua amalan anak Adam akan dilipatgandakan (balasannya): satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat.” (HR Muslim).

Hal tersebut merupakan perumpamaan agar bisa diindra oleh kita, bahkan jika Allah menghendaki maka Allah bisa melipatgandakan lebih dari itu kepada siapa yang Allah kehendaki.

Maka inilah saat yang tepat untuk memanen pahala, karena bulan Ramadhan adalah bulan memanen, seperti yang diungkapkan oleh Abu Bakr al-Warraq al-Balkhi mengatakan: “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban bulan untuk mengairi, dan Ramadhan bulan untuk memanen.”

Saat ramadhan pintu surga dibuka selebar-lebar mungkin, dan pintu neraka ditutup rapat-rapat, sehingga sungguh sangat merugi siapa saja yang gagal mendapatkan surga, padahal ia berjumpa dengan ramdhan.

Baca Juga  Cara Meminta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Ketiga, adanya lailatul qodr, yaitu satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Namun, waktunya hanya Allah yang mengetahuinya.

Apakah di awal Ramadhan, pertengahannya, atau sepuluh hari terakhir. Hikmah dirahasiakannya malam tersebut, agar kita semangat dan istiqomah ibadah sepanjang bulan Ramadhan.

Beribadah pada malam tersebut bernilai pahala orang yang beribadah selama 83 tahun. Kebanyakan dari umur umatnya nabi Muhammad saw berkisar antara 60 tahunan, dan itu belum terpotong sebelum masa aqil baligh.

Kemungkinan agak sedikit susah untuk fokus beribadah disela kesibukan sepanjang usia tersebut. Akan tetapi, ganjaran pahala di malam lailatul qodr bahkan bisa melebihi usia seseorang, ini menjadi bentuk rahmat Allah kepada siapa yang tulus dan istiqomah beribadah kepada Allah.

Baca Juga  5 Tips Sederhana Mencegah Sakit Tenggorokan saat Berpuasa

Hal ini merupakan keberkahan bagi kita umatnya Rasulullah Saw. Semoga kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan dan meraih kemuliannya.  Wallahu a’lam