Sosiolog UBB Soroti Kasus Kekerasan Seksual di Babel
Penulis: Zuesty Novyanti
BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Maraknya kasus pidana yang melibatkan anak menjadi sorotan akademisi. Khususnya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur.
Dosen Sosiolog Universitas Bangka Belitung, Dr. Fitri Ramdhani Harahap, M.Si. Kamis (23/3/2023) mengatakan kekerasan seksual semakin menyasar kalangan anak – anak.
Menurutnya hal ini cukup memprihatinkan masyarakat lantaran pelaku bisa saja orang dekat.
“Kita prihatin karena keamanan dan kemerdekaan anak-anak berada di lingkungannya hilang. Bahkan di dalam rumah mereka sendiri,” kata Dr. Fitri.
Berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), kasus pencabulan anak di Indonesia tahun 2022 naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya.
Dari 4.162 kasus menjadi 9.588 kasus. Sementara hingga Maret 2023 sendiri, dari 5.574 kasus kekerasan yang telah terjadi, 57,1% merupakan korban anak usia 0-17 tahun, di mana 82.6% pelaku kekerasan adalah orang dewasa dan sebanyak 3.455 kasus menunjukkan bahwa tempat kejadian kasus terjadi adalah di dalam rumah tangga.
“Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sendiri, telah terjadi 20 kasus kekerasan di mana 5 kasus di antaranya adalah kasus kekerasan seksual. Secara umum, anak-anak mengalami kekerasan sebanyak 8 kasus dengan usia korban 6-17 tahun,” ungkapnya.
Kata dia, pelaku kekerasan adalah orang dekat seperti orang tua, tetangga dan suami/istri. Dari acuan data KemenPPA tersebut, Fitri menggambarkan baik di tingkat nasional maupun lokal, anak – anak menjadi korban yang paling rentan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.