Zoey, si Gadis Culun
Gadis cantik yang menyamar menjadi culun itu menoleh saat mendengar namanya dipanggil. Ia tidak menjawab hanya menatap yang memanggilnya tadi.
“Ini kursi gua, harusnya anak baru kaya lu itu enggak pantas duduk di sini. Minggir, dasar culun,” ujar Clara. Clara mendorong Zoey hingga hampir saja jatuh. Untung saja Brian dengan sigap menahannya. Clara semakin kesal karena brian cowok populer di sekolah yang ia sukai, memegang Zoey.
“Iw, Brian. Lepas, nanti kamu ketularan culun dan jelek kaya dia,” clara melepaskan tangan Brian dari lengan Zoey. Akan tetapi, Brian malah menepis tangan Clara.
“Cukup, Cla. Dia anak baru, buat apa sih lu cari masalah, sama adik kelas pula, masih zaman apa penindasan di sekolah?” cetus brian
Clara yang merasa dipermalukan di depan siswa siswi lain oleh Brian langsung pergi. ia pikir hancur sudah gelar cewek populernya karena sudah dikatain oleh Brian.
“Udah Kak, Aku enggak mau kalau di luar dia balas dendam, lebih baik aku mengalah saja,” Zoey beranjak dari hadapan Brian.
“Udah dibantuin malah ditinggalin dengan muka kesalnya. Untung adik kalau bukan enggak gw bantu tadi,” ujar Brian dalam hati.
Zoey pergi ke kelas menghampiri Alma yang duduk anteng di bangkunya. “Udah selesai makannya? ” tanya Alma.
“Gak jadi gw makan,” jawab Zoey.
“Lah kenapa?” tanya Alma lagi.
“Gpp,” jawabnya lagi. Lalu Zoey membuka HP boba tiga di tangannya.
MYBROTHER: Stop menjadi culun, lu jelek tau gak.
Zoey hanya tertawa membaca pesan itu, lalu ia melihat ke jendela kelas. Brian berdiri menatap sinis ke adiknya lalu teman Brian mengajaknya pergi.
“Mungkin enggak sih, kamu itu kalau enggak pakai kaca mata dan rambut enggak dikepang dua terlihat cantik, kaya FTV gitu. Kaya lagi nyamar gitu,” ujar Alma memulai pembicaraan lagi setelah beberapa saat diam.
Zoey hanya tersenyum, ia tidak menyangka jika Alma bisa sehebat itu berpikir.
Bagaimana tidak curiga, saat kaca mata tebal itu terlepas dari wajah Zoey, bisa terlihat mata sipit hidung mancung seperti cewe Korea. Zoey memang berdarah campuran. Ayahnya berasal dari Korea. Sementara, sang ibu berasal dari Bandung.
“Bisa aja kamu bercandanya,” sahut Zoey yang membuat Alma sebal.
Teng… Teng… Teng. Bunyi bell pulang
Zoey berjalan keluar sekolah tiba-tiba ada seseorang menarik tangannya dan membawanya ke tempat sepi. Ternyata yang menariknya itu kakaknya sendiri yaitu Brian.
“Kenapa lu harus sekolah di sini dengan tampilan aneh kaya gini, apa lu udah bosan jadi cewek cantik, hah?” Brian begitu heran melihat penampilan Zoey seperti itu.
Gadis berkepang itu punya alasan sendiri mengapa harus berpenampilan seperti itu.
“Ka, lu tau enggak sih, terakhir gua satu sekolah sama lu?” tanya Zoey. Brian mencoba mengingat-ingat kejadian apa yang membuat sang adik berpenampilan seperti ini.
“Ya, beda sekarang sama dulu,” ucap Brian
“Samalah, muka lu juga masih kaya gini. Bening kaya opa Korea, terus kalau yang lain tahu gua adik lu nanti pasti akan merepotkan. Entah minta no ponsel, entah minta titip coklat, atau sok pada jadi bestie gua dan pada sok mau kerja kelompok ke rumah gua. Ngerti sekarang?” ujar Zoey dengan muka kesalnya.
Brian hanya menggaruk kepalanya, memang saat baru masuk SMP pun kejadiannya sama persis dengan yang di katakan Zoey.
Sampai kedua orang tua mereka bercerai, Zoey ikut bersama sang ibu pindah ke kota Bandung. Sementara, Brian tak bisa ikut ke Bandung karena ia terikat dengan klub basketnya.
“Ya, udah. Lu mau balik gua anter, sekalian gua mau ketemu Mami,” ujar brian
“Enggak usah, gua mau balik sendiri,” ujar Zoey.
Sesampainya di rumah Zoey langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur empuknya. Lalu berkata, “Capek juga Pura-pura culun.”
***
Hari-hari berlalu dia sudah capek tiap harinya di bully, tanpa melawan. Kakak nya pun kasian kepada Zoey. Gara-gara dia juga Zoey seperti itu, akhirnya dia menyuruh Zoey berpenampilan seperti biasa dan dia akan mengumumkan bahwa si culun yang selalu dibully itu adalah adiknya.
“Ehh adek kakak udah cantik lagi,” ujar Brian.
“Ishh kakak emang Zoey jelek ya,” Ujar Zoey sambil memanyunkan bibirnya.
“Emang, culun lagi,” ucap Brian sambil tertawa. Sedangkan Zoey sudah kesal.
“Ya udah jangan kesal gitu dong, hari ini kakak akan kasih tau pada murid di sini kalau gadis culun yang mereka bully itu adekknya brian,”ujar Brian
“Hehe makasih ya kak, tapi bilang juga jangan deketin Zoey kalau hanya mencari tahu tentang kakak ataupun nitip itu ini lah ke aku oke,” ucap Zoey.
” Iya iya adek kakak yang paling cantik,” ucap Brian.
Brian melangkahkan kaki ke tengah lapangan sambil membawa toa. Bisik bisik siswa mulai terdengar membicarakan Brian ingin ngapain sampai bawa bawa toa pikir mereka.
“Tes tes ehmm, saya ingin memberitahukan bahwa siswi culun yang kalian bully selama ini adalah adik saya Zoey dia cantik malahan jauh lebih cantik adek saya daripada yang membullynya, dia hanya menyamar dikarenakan ingin menjauhi orang-orang yang suka menanyakan saya kepadanya karena dia malas meladeni orang seperti itu, jadi saya harap kalian tidak akan membully dia lagi atau deketin dia kalau ada maunya. Itu saja yang ingin saya sampaikan” ujar Brian lalu pergi meninggalkan lapangan itu.
“Woahh ternyata Zoey adiknya Brian, untung gw gak pernah bully dia,” ujar salah satu siswi yang mendengar apa yang sudah Brian sampaikan.
“Iya kalau enggak udah dicoret dari calon kakak iparnya zoey,” ujar siswi lain dengan PD.
Heh PD lo,” ujar temannya sambil menoyor kepala temannya yang PD itu.
Setelah pengumuman itu Zoey tidak pernah dibully lagi, dan juga tidak ada yang menanyakan tentang kakaknya itu, dia sangat senang.
“Akhirnyaa…Gw hidup normal hehe.”
Tamat

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.