Jangan hanya Menahan Lapar dan Dahaga Saja
Hal ini yang sedang dilakukan oleh orang-orang yang berpuasa, berusaha untuk semaksimal mungkin beribadah dan menahan hawa nafsu yang bergejolak.
Kalau kita mampu menahan dari sesuatu yang halal, maka insyaAllah pasti bisa menahan dari sesuatu yang haram.
Makna yang Ketiga, al qona’atu bil qolil, berarti merasa selalu cukup atas pemberian Allah. Orang yang bertaqwa akan selalu bersyukur atas karunia Allah yang diberikan kepadanya.
Tetap sederhana meskipun mampu untuk tampil mewah. Sehingga ketika rasa ini muncul dalam diri seseorang maka hilanglah sifat tamak atau serakah dalam dirinya.
Hal ini pula yang sedang kita latih di bulan suci Ramadhan, dengan berusaha tidak berlebihan dalam makan dan minum diwaktu berbukanya.
Makna yang keempat, al isti’dadu li yaumurahil, adalah membuat persiapan untuk berpulangnya nanti dihari akhir.
Karena sebaik-baik bekal adalah ketaqwaan. Sehingga orang yang bertaqwa tidak ingin hari-harinya diisi dengan amalan yang sia-sia.
Rasullullah Saw pernah bersabda ”di antara tanda kesempurnaan iman seorang muslim adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya”.
Segala suatu yang melalaikan dari mengingat Allah adalah hal yang sia-sia, karena tidak memberikan kebaikan bagi dirinya.
Misal bermain game online yang berlebihan, menonton film serial yang membuat lupa sholat, tilawah, serta kewajiban yang lainnya.
Ketika empat hal ini sudah ada dalam diri seseorang maka ia berhasil dalam puasanya. Sehingga ia mendapat predikat taqwa disisi Allah SWT, dan selanjutnya memohon kepada Allah untuk diberikan keistiqomahan dalam kebaikan.
Semoga kita semua mampu meraih predikat taqwa dibulan suci Ramadhan tahun ini. Amin allahumma amin. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.