Karya: Navishabilillah, SMAN 3 Toboali

 

Seseorang yang pergi dari hidup kita sangatlah tidak menyenangkan. Seseorang yang dulu pernah hadir di hidup kita.

Seseorang yang selalu tempat cerita kita sehari-hari. Dan seseorang yang selalu mendengar curhatan hati kita. Tapi sekarang, seseorang itu sudah pergi.

Seseorang itu pernah hadir di hidupku, Tiba-tiba dia datang membawakan cinta kepadaku. Dan dia juga membawakan luka kepadaku.

Sejak kejadian itu senyumku menjadi palsu.

Setiap malam aku memikirkan seseorang itu. Dan setiap malam aku merindukannya. Dan aku pernah bertanya kepada diriku sendiri.

“Apakah dia yang pergi akan bisa kembali? Atau aku yang bodoh mengharapkannya?” kataku berbicara dalam hati.

Di kala sore, senja akan muncul dengan keindahan warnanya. Waktu malam senja itu akan menghilang, biarpun menghilang senja akan datang kembali di setiap sore hari.

Baca Juga  Ikhlas di Atas Luka

Aku berpikir senja yang indah bisa kembali. Kenapa dia yang indah tidak bisa kembali seperti senja.

“Apakah kamu tidak bosan menunggu dia? Apakah kamu percaya dia akan kembali lagi?” ujar Ika, temanku sambil menatap wajahku.

“Tidak, aku tidak bosan menunggu dia dan aku percaya dia akan kembali,” kataku dengan penuh kepercayaan.

“Kamu cukup berharap kepadanya, dia juga belum tentu mengharapkanmu. Sudahlah masih banyak yang lebih baik dari dia,” Ika menasehati ku.

“Aku tidak peduli, sebanyak apapun yang lebih baik dari dia. Kalau aku yang maunya dia orang lain bisa apa,” kataku dengan wajah yang kesal.

“Tapi, dia meninggalkanmu begitu saja, jadi untuk apa kamu mengharapkan dia?” ujar Ika

Baca Juga  Lelaki Tua yang Memikul Dua Kanak-kanak di Bahunya