Dijelaskannya, untuk minyak goreng yang terjadi peningkatan permintaan adalah Minyakita karena menjadi sasaran masyarakat menengah ke bawah dan UMKM.

Kendati demikian, timbulnya banyak reseller menyebabkan penumpukan jumlah yang dijual hingga menimbulkan kenaikan harga.

Kemudian, terkait dengan beras, nilai gabah di petani masih dibanderol Rp5.500, padahal kemampuan Bulog hanya Rp5.000.

Oleh karenanya, dilakukan impor beras yang memang membutuhkan waktu tunggu, sehingga terjadi peningkatan harga di masyarakat.

“Bulog memiliki 260.000 ton beras dan cukup untuk satu bulan ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga  5 Manfaat Buah Anggur untuk Ibu Hamil, Penuhi Kebutuhan Cairan Bunda