Beliau melakukannya hingga kedua kaki beliau bengkak. Dengan nada takjub dan penuh tanda tanya, Aisyah berkata, “Engkau masih berbuat seperti ini, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa silammu dan dosa-dosamu pada masa mendatang.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Apakah aku tidak boleh menjadi hamba yang bersyukur?”.

Syarat-Syarat Syukur

Ibnu Al-Qayyim berkata, “Syukur seorang hamba terasa lengkap jika ia memenuhi tiga syarat dan dikatakan orang bersyukur jika melengkapi ketiga syarat itu.

Ketiga syarat tersebut adalah sebagai berikut:

  1. la mengakui nikmat Allah pada dirinya.
  2. Ia menyanjung Allah atas nikmat itu.
  3. Ia menggunakan nikmat itu untuk mendapat kan keridhaan-Nya.”

Mengakui nikmat Allah Ta’ala pada diri kita bisa dilakukan dengan cara kita tidak mengklaim nikmat itu kita peroleh murni karena keahlian, atau pengalaman, atau usaha, atau jabatan, atau status sosial, ata kekuatan kita.

Baca Juga  Tata Cara Salat Witir Lengkap dengan Bacaan Doa dan Niat

Tapi, kita nyatakan nikmat itu murni berasal dari Allah Ta’ala. Ketika Qarun mengklaim nikmat pada dirinya murni ia peroleh karena keilmuannya.

Karena itu, Allah Ta’ala menenggelamkannya beserta istananya ke dalam bumi.

Jika seseorang mengakui nikmat pada dirinya berasal dari Allah Ta’ala, otomatis ia menyanjung-Nya atas nikmat-nikmat itu.

Jika seseorang meyakini Allah Ta’ala pemberi nikmat dan menyanjung-Nya, maka ia tidak etis menggunakan nikmat-Nya untuk bermaksiat kepada-Nya.

Dan seseorang yang mempunyai sifat Syukur maka dia akan mengunakan nikmat tersebut untuk kebaikan. Baik itu untuk kebaikan diri sendiri ataupun untuk khalayak yang ramai.

Rasa syukur akan dia gunakan untuk mengejar rahmat dan ridho dari Allah SWT.

Baca Juga  5 Tips Menurunkan Berat Badan saat Menjalani Ibadah Puasa

Semoga didikan Ramadhan tahun ini menjadikan kita orang yang selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan kepada kita semua. Aamiin.