BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Ratusan warga Desa Kepoh mendatangi Kantor Camat Toboali, Jumat (31/3/2023) sore.

Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan moral mediasi masalah tapal batas Desa Kepoh dengan Desa Jeriji.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan ribuan hektar lahan tapa batas yang telah digarap PT FAL (Fenyen Agro Lestari)

Seperti dikatakan Sulawesi (48) lahan yang digarap oleh PT FAL (Fenyen Agro Lestari) yang menurut peta masuk wilayah Desa Kepoh.

“Lahan yang digarap itu katanya sudah dibeli, yang ingin kami tanyakan siapa yang menjualnya,” ujarnya.

Sementara itu, mediasi kedua desa tersebut dihadiri Asisten Bupati Bangka Selatan, Haris Setiawan, Plt Kepala Dinas Pemdes, Reza Fahlevi, Camat Toboali, Ansyori, Kepala Desa Kepoh, Kepala Desa Jeriji, tokoh masyarakat Jeriji dan tokoh masyarakat Desa Kepoh di ruangan Kantor Camat tersebut.

Baca Juga  PWI Basel Kenalkan Literasi Jurnalistik ke Puluhan Peserta Raimuna

Kepala Desa Kepoh, Udayasa mengatakan kedatangan ke kantor camat ini terkait masalah lahan tapal batas desa.

“Kemarin kita sudah ketemu di kantor desa, kesepakatannya itu kalau batas desanya belum ditentukan agar tunda dulu kegiatan mereka,” ungkapnya.

Menurutnya saat ini antara kedua belah pihak saling mengklaim terkait status batas desa tersebut.

“Jadi dalam hal ini saling klaim, belum tahu mana batasnya jadi minta untuk ditunda dulu, dan itu kita sampaikan dalam pertemuan itu dengan pihak perusahaan, akan tetapi pihak perusahaan mengatakan itu kewenangan bupati cuma kita belum tahu perkembangan di lapangannya seperti apa,” ujarnya.

Ketika disinggung awak media apakah saat ini proses penggarapan lahan terus dilakukan, dirinya menyebutkan tidak tahu apakah perusahaan tersebut bekerja atau tidak.

Baca Juga  Momen Haru Kades di Bangka Selatan Bawa Jenazah Warganya Dengan Speed Boat Untuk Disemayamkan Di Rumah Duka