oleh Ustad Alanshori, MP.d, Pimpinan Pontren Quran Cahaya Bangka Selatan

 

Tadabbur surah Al Baqarah ayat 1-5

Setiap manusia sejatinya adalah ingin meraih kebahagian dan keberuntungan, baik dia di dunia maupun di akhirat yang kekal nan abadi kelak.

Dia tidak mau merugi dan terjatuh dengan kesengsaraan yang akan membuatnya kedalam kehinaan. Manusia akan melakukan apa saja untuk meraih keberuntungan tersebut.

Al Quran adalah kita suci dan merupakan kalam ilahi yang ia adalah pedoman untuk meraih kebahagiaan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Sebagai umat Muslim, Al Quran bukan hanya sekadar dibaca akan tetapi diikuti semua arahan-arahan yang tertulis didalamnya dengan menjadikannya sebagai panduan hidup.

Baca Juga  Bosan Telor Ceplok? Ini 3 Resep Telor Untuk Berbuka Puasa atau Sahur

Dalam Al Quran, standar kebahagian dan keberuntungan bukan merupakan orang yang banyak harta benda yang bersifat duniawi dan sementara.

Akan tetapi kebahagiaan dan keberuntugan yang disebutkan oleh Al Quran adalah bersifat keberkahan, rahmat yang tidak bisa diukur dengan sisi keduniawian saja.

Berikut golongan orang – orang yang beruntung menurut Al Quran terkhusus dalam Surah Al baqarah ayat 2 sampai 5, di antaranya adalah:

  1. Percaya dengan hal-hal yang ghoib

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Artinya: yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

 

Seorang Muslim mesti menyakini bahwa ada balasan kebaikan di dunia akan dipertangungkawabkan di akhirat berupa surga, dan balasan keburukan akan ditimpa dengan siksa di neraka.

Baca Juga  5 Keistimewaan Khusus dari Allah untuk Umat Nabi Muhammad di Bulan Ramadhan

Termasuk dengan alam barzah dengan segala pemberitaan-pemberitaannya dan keyakinan dengan alam akherat yang semuanya belum kita tempuhi dan lihat. Bukankah hal-hal seperti itu adalah hal yang belum ada dan tidak bisa kita lihat?

  1. Orang yang selalu menjaga shalatnya.

Shalat itu adalah tiang agama, barang siapa yang mendirikannya maka dia mendirikan agama dan barang siapa yang meninggalkannya maka dia merobohkan agamanya, demikian ada sebuah hadits yang mengupamakan keutamaan shalat.