Shalat merupakan bentuk ibadah dan komunikasi seorang hamba kepada tuhannya, jikalau seorang hamba sering berkomunikasi dengan tuhannya maka akan disenangi oleh tuhannya.

Banyak lagi hadits-hadits yang mengabarkan tentang fadhilah shalat ini. Diantaranya dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An Nasaai

خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ

Artinya: “Lima shalat yang telah Allah Ta’ala wajibkan kepada para hamba-Nya. Siapa saja yang mendirikannya dan tidak menyia-nyiakan sedikit pun darinya karena meremehkan haknya, maka dia memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala untuk memasukkannya ke dalam surga. Sedangkan siapa saja yang tidak mendirikannya, dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah Ta’ala. Jika Allah menghendaki, Dia akan Menyiksanya. Dan jika Allah Menghendaki, Allah akan memasukkan ke dalam surga.”

  1. Orang yang senang bersedekah dan berinfaq
Baca Juga  Cara Meminta Maaf kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Dunia dan seisinya ini adalah ada yang punya, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi yang dimiliki oleh makhluq adalah pemberian dari yang maha memberi.

Seorang mukmin sejati seharusnya menyakini semua yang dia miliki adalah amanah atau rejeki dari Allah SWT. Ada satu hadits nabi SAW yang sangat mahsyur dikalangan umat muslim yang berbunyi :

Jika manusia meninggal, maka terputuslah amal nya kecuali tiga hal, yang pertama Amal jariyah yang kedua sedekah yang bermanfaat dan yang ketiga adalah doa anak yang shaleh.

  1. Beriman kepada Al Quran dan kitab-kitab Allah SWT turunkan kepada nabi sebelumnya

Sifat yang keempat ini tertera dalam Ayat al baqarah ayat 4:

Baca Juga  Memaknai Idul Fitri (1)

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Artinya: Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Sebagai seorang mukmin diwajibkan beriman kepada Al Quran, karena ia merupakan kitab suci. Al Quran merupakan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan membacanya merupakan ibadah.

Ada beberapa kita suci yang Allah SWT turunkan kepada para nabi sebelum Al Quran diantaranya adalah kitab zabur yang diturunkan kepada nabi Daud a.s, ada kitab taurot yang diturunkan kepada nabi Musa a.s, kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa a.s, semua dari kita tersebut adalah petunjuk bagi kaumnya para nabi tersebut.

  1. Meyakini ada kehidupan akherat
Baca Juga  Tips Puasa Pertama bagi Si Kecil, Yuk Ajarkan Sejak Dini

Kehidupan di akherat adalah kehidupan yang abadi, sedangkan didunia hanya sementara, diibaratkan didunia ini adalah tempat menanam dan di akhirat adalah tempat memetik.

Dengan meyakini adanya kehidupan akherat dan meyakini juga ada balasan yang akan dterima oleh manusia atas semua amal-amalnya, maka seorang mukmin tentu selalu menjaga dan meningkatkan amal ibadahnya, dan selalu takut hanya kepada Allah SWT.

Demikianlah lima sifat dan ciri-ciri orang yang beruntung yang Allah sebutkan dalam Al Quran terkhusus dalam permulaan surah Al baqarah.

Semoga kita bisa meraih keberuntungan tersebut dan menjadikan kita orang yang diberikan petunjuk serta mendapatkan keberuntungan. Aamiin.