Didesak Mundur Nelayan, Satu Kubu Penambang Tarik Alat dari Perairan Bukit Tulang
BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID — Usai aksi penolakan 16 nelayan Kelabat Dalam yang mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) membersihkan tambang illegal di Perairan Bukit Tulang, Kecamatan Belinyu Rabu (5/3/2023) lalu, sekelompok penambang yang dikoordinir Agus mulai menggeser alat tambangnya mundur.
Para penambang kembali bertolak di kawasan Perairan Tanjung Sunur yang merupakan IUP milik PT. Timah yang telah ia miliki sebelumnya.
Agus kepada wartawan Jumat (7/4/2023) mengatakan pihaknya menghargai permintaan dan mengikuti keinginan nelayan.
Hal ini untuk menghindari konflik antara nelayan dan penambang di Perairan Kelabat.
Agus mengatakan sejumlah dana kompensasi telah disalurkan kepada beberapa perwakilan nelayan di beberapa desa.
“Atas permintaan nelayan, kami hari ini geser ke arah IUP. Kami menghormati permintaan nelayan. Kami kerja dari Rabu sampai Sabtu kemarin, itu juga atas permintaan warga Bukit Tulang dan Pudak. Sudah kami salurkan kompensasinya ke Pudak dan Bukit Tulang. Ini kwitansinya ada,” kata Agus, sembari menunjukkan kwitansi penyerahan kompensasi.
Ia mengaku bekerja di luar IUP, awalnya bekerja di Perairan Bukit Tulang lantaran memang ada permintaan dari warga Dusun Pudak dan Bukit Tulang sehingga dirinya berani bekerja di wilayah tersebut.
Dia membeberkan nilai kompensasi yang telah disalurkan kepada masyarakat sebesar Rp. 49 juta selama 4 hari bekerja.
Rinciannya, Rp22 juta untuk warga Dusun Pudak, Rp14 juta untuk Warga Dusun Bukit Tulang, Rp7 Juta untuk warga nelayan Bukit Tulang dan Rp6 juta untuk Nelayan Desa Pusuk.
Agus berharap para nelayan yang meminta penghentian penambangan illegal tidak tebang pilih kepada kelompok penambang yang diketahui ada 4 kubu di Perairan Bukit Tulang.
“Saya berharap nelayan jangan tebang pilih. Jangan kami kerja baru 4 hari sudah dihebohkan dengan mendatangi pospam kami. Sedangkan yang lain selama ini bekerja di sekitaran situ juga banyak, tapi nggak ada dihebohkan. Dan saya berharap juga, para nelayan yang datang ke pospam kami kemarin jangan dijadikan ajang untuk mencari kesalahan nelayan yang lain yang sudah nerima kompensansi, atau mau mencari kesalahan warga Bukit Tulang atau Pudak yang sudah menerima kompensasinya,” harapnya.

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.