Harga pun bervariatif, Via membandrol harga produknya dari mulai Rp30 ribu hingga Rp150 ribu. Kata dia, kendala harga bahan pun sudah biasa dialami para bakulan tiap menjelang lebaran sehingga ia berharap kenaikan harga produknya dapat dimaklumi oleh konsumen.

“Ya kalau harga bahan itu selalu naik. Kita gak kaget lagi. Karena tiap lebaran pasti bahan selalu naik. Seperti mentega, mika, box, telur yang baik. Kalau bahan lainnya sudah lama ikutan naik,” lanjut Pemilik Via Valen Bakery ini.

Usaha yang ia rintis sejak tahun lalu ini bermula ketika usaha warung makan miliknya gulung tikar akibat pandemi Covid 19.

Tak ingin berdiam diri, ia pun memutar otak mencari solusi lainnya yang banyak diminati masyarakat.

Baca Juga  Dukung Pelaku UKM, Pemkab Bangka Barat Fasilitasi Bazar Ramadan di 5 Kecamatan

“Sebelumnya sempat buka rumah makan. Tapi gulung tikar karena pandemi. Tahun 2022 saya mencari ide lainnya. Karena hobi memasak dan membuat kue. Saya coba merintis usaha. Alhamdulillah produk saya pun diterima masyarakat,” ujarnya.

Sistem penjualan online dan offline pun dirambah via untuk menjangkau konsumen. Kata dia, sistem penjualan tunggal dan reseller sungguh membantu usahanya dengan sistem berbagi keuntungan dengan para reseller yang tersebar di Kabupaten Bangka.

Ia berharap produk VV Bakery seperti roti, kue basah, brownis, kue kering yang menjadi andalannya dapat turun meramaikan industri UMKM di Bangka Belitung tentunya dengan harapan mendapat support dari pemerintah.