BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Ditengah ketidakpastian kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih serta ketakutan akan melambatnya pembangunan nasional dan daerah di masa depan.

Terutama pasca hantaman badai Covid – 19, ditambah belum berakhirnya Russo – Ukrainian War, lalu diikuti oleh aksi buang dollar oleh sejumlah negara aliansi BRICS, Organisasi Shanghai dan ASEAN yang terkesan sistemik.

Telah merembet dan mengalir jauh ke mana-mana.

Tren Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) bermunculan, dan diranah lokal Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sempat ikut mengalami kelesuan.

“Tetapi jangan terlalu terhanyut. Insya Allah, masih ada banyak ruang dan potensi peningkatan PAD. Selama kita mau berjuang bersama-sama untuk mewujudkannya,” Ucap Pimpinan DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Beliadi, S.IP.

Baca Juga  Pemprov dan BI Babel Gelar HLM TPID, Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

Masih menurut sosok ramah yang familiar dengan sapaan Bang Bel ini, pemasukan daerah masih di dominasi oleh pajak-pajak kendaraan bermotor sementara sektor lain belum optimal.