“Artinya kebudayaan yang ada di Tujuh Likur ini terselip nilai-nilai dakwah yang luar biasa, memang patut kita pertahankan, perjuangkan, dan kita besarkan. Yang tidak hanya dikenal oleh masyarakat Mancung, tidak hanya dikenal masyarakat Bangka Barat, tetapi juga dikenal masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” imbuhnya.

Bong Ming Ming juga mengatakan kegiatan tradisi Tujuh Likur hanya ada di Desa Mancung. Di tahun depan acara Tujuh Likur akan dibuat lebih semarak lagi.

“Kita akan melibatkan beberapa perusahaan yaitu Bank Sumsel Babel, PT Timah, Bank Mandiri, BRI, BNI, yang mana masing-masing bikin satu gapura dengan melibatkan masyarakat membuatnya. Diharapkan hasil jauh lebih bagus lagi, karena pendanaannya pasti tidak terbatas. Itu yang kita lombakan mana yang paling kreatif,” jelasnya.

Baca Juga  Bangka Belitung Masuk Dalam Nominasi Penghargaan Award Merdeka Belajar 2023

Bong Ming Ming berpesan kedepan kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan, dan menjadi bukti bahwa anak-anak Bangka Barat memang luar biasa.

Dirinya tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang telah mendukung kegiatan tradisi Tujuh Likur ini. Terlebih salah satu titik kegiatan Porprov mendatang akan dihelat di Desa Mancung, yaitu pada cabang olahraga Voli.

Bong Ming Ming juga menyampaikan salam dari Bupati Sukirman, yang masih menghadiri acara safari Ramadan di Desa Teluk Limau sehingga belum berkesempatan untuk hadir.

Dalam sambutannya Penjabat Gubernur yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Rofiko, mengucapkan terima kasih serta mengapresiasi yang setinggi-tingginya pada festival budaya Tujuh Likur Desa Mancung ini.

Baca Juga  Temui ASN Terlibat Politik Praktis, Sekda Bangka Barat Minta Warga Lapor ke Bawaslu

Menurutnya, tradisi ini akan menjadi pengingat bahwa Ramadan yang kita cintai akan segera berakhir, sehingga umat Islam akan berlomba-lomba meningkatkan ibadah terlebih pada malam-malam ganjil yang diyakini malam datangnya Lailatul Qadar.

Ia berharap semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan bimbingan dalam upaya melestarikan, memaknai, serta membersamai budaya religi ini.

Turut hadir pada Malam Puncak Tujuh Likur Kepala Desa Mancung, Kepala Disparbud Bangka Barat, Anggota DPRD, Kapolda atau yang mewakili, Kajari Bangka Barat, Dandim 0431 atau yang mewakili, Tokoh budaya Provinsi Bangka Belitung, Kapolres Bangka Barat atau yang diwakili Kapolsek Kecamatan Kelapa, serta Ketua Pengadilan Agama atau yang mewakili.