BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Kumandang takbir bergema di berbagai daerah, khususnya desa Sebagin yang juga merayakan Idulfitri 1444 H pada Sabtu (22/4/2023).

Namun, siapa yang mengira. Bertepatan dengan 1 Syawal 1444 H ini, suka cita itu berganti menjadi duka.

Guru Suminto Bin Abdullah atau yang biasa disapa Guru Sumin telah kembali ke hadirat Allah SWT pada usia 41 tahun.

Penulis mendapatkan informasi meninggalnya Guru Sumin di Grup Seperak pada jam 18.23 WIB atau selepas salat Maghrib.

Guru Sumin sempat terjatuh di kamar mandi lalu dibawa ke rumah sakit. Ia meninggal dunia saat dirawat di rumah sakit Pangkalpinang.

Mendengar kabar tersebut, penulis yang merupakan Pembina dari Komunitas Seperak langsung mengajak semua rekannya di Grup untuk bersama melayat ke rumah duka, guna membaca Surah Yasin dan doa untuk beliau.

Baca Juga  Alhamdulillah, 6.609 Pelajar SD dan SMP di Basel Lulus 100 Persen

Sebelum mendengar kabar duka ini, penulis sudah lama mendengar nama Guru Sumin, hanya saja Allah belum memperkenankan keduanya untuk berjumpa.

Kala itu, di akhir bulan Sya’ban menjelang bulan  Ramadhan, penulis pernah tergerak hatinya untuk berkeliling desa Sebagin untuk mencari tau terkait siapa saja guru ngaji di desa sebagin.

Tepat setelah salat magrib, penulis berkeliling desa untuk melihat rumah mana saja yang sedang diadakan pembelajaran ngaji.

Penulis juga mencari tahu rumah Guru Sumin yang sudah sangat dikenal masyarakat desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan,  Provinsi Bangka Belitung.

Tapi setelah berkeliling desa, penulis hanya tahu area rumah beliau tanpa tahu letak pasti rumah tersebut.

Baca Juga  Aksi Bersih Pasar Terminal Toboali, Kodim Basel Berhasil Kumpulkan 10 Ton Sampah

Hingga akhirnya, bertepatan dengan lebaran pertama 1444 H ini penulis mendapatkan kabar duka akan meninggalnya orang yang telah ia cari-cari.

Setelah salat Isya, penulis mengajak rekan Seperak untuk langsung menuju ke rumah duka.