Setelah bertamu ke rumah salah satu anggota Seperak di Dusun 4 desa Rajik Dusun Ulu, kami pun bergegas ke lokasi.

Saya dan rekan Komunitas Seperak bersama membacakan Yasin untuk Guru Sumin yang saat itu jasadnya masih dalam perjalanan dari Pangkal Pinang ke Sesa Sebagin.

Jenazah di rumah kediaman Kakaknya.

Para murid Guru Sumin serta masyarakat, seketika  menangis dan merasakan kesedihan yang dalam.

Bagaimana tidak bersedih, seorang guru yang sudah sangat fenomenal dan penuh kesederhanaan telah pergi untuk selamanya.

Guru Sumin dikenal sebagai Guru yang multitalenta. Ia tidak hanya bisa dan baik dalam mengaji, tapi juga telah mengajarkan muridnya keahlian dalam bidang lain seperti olahraga dan lainnya.

Baca Juga  Menjadi Guru yang Rabbani

Ia memanglah guru yang tinggal di kampung, tapi murid yang dididiknya telah berprestasi hingga tingkat nasional.

Ia layak mendapatkan gelar guru serba bisa atau guru serbaguna.

Penamaan itu bukan asal nama, tapi memang sebagai simbol bahwa beliau adalah guru yang Allah anugerahi kelebihan untuk menguasai banyak hal.

Hingga kemampuan tersebut ditularkannya kepada yang lain.

Penulis meyakini bahwa beliau termasuk dalam golongan Wali Allah yang ada di desa Sebagin.

Penulis yang Fakir ilmu dan adab ini, meyakini bahwa Guru Sumin adalah orang baik yang diutus Allah untuk mensyiarkan agama Allah di Desa Sebagin dan sekitarnya. (Alvhi Peci)