Tidak hanya TNI, Retno mengaku, tim kecil perbantuan untuk evakuasi WNI turut bergerak dari Jakarta. Lalu, tim perbantuan dari Riyadh dan Jeddah juga terus berkoordinasi dengan pusat.

“Tim kecil perbantuan evakuasi telah bergerak baik yang dari Jakarta, dipimpin oleh Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia. Dan, tim perbantuan dari Riyadh dan Jeddah,” kata Retno.

Diketahui, konflik bersenjata antara tentara SAF dan paramiliter pasukan RSF berlangsung di Khartoum sejak Sabtu (15/4/2023). Perebutan kekuasaan antara SAF dan RSF menyebabkan terjadinya pengeboman besar-besaran di ibu kota itu.

Akibat peperangan itu, menyebabkan ratusan orang tewas dan melukai ribuan lainnya. Atas kejadian itu, Pemerintah Indonesia kini bergerak cepat mengevakuasi WNI di Sudan.​

Baca Juga  Indikasi Terjadi Praktik Korupsi, Presiden Jokowi Diminta Rombak Pejabat di Ditjen Minerba

 

 

Sumber: RRI