Tujuh Karya Keigo Higashino, Novel Angsa dan Kelelawar Rilis Di Indonesia
Novel Angsa dan Kelelawar merupakan salah satu karya terbaru Higashino yang terbit di Jepang pada 2021. Cerita berawal dari seorang pengacara yang terkenal baik dan jujur ditemukan tewas terbunuh di Tokyo.
Tidak lama setelahnya, seorang pria di kota lain mengaku sebagai pembunuh pengacara tersebut. Ia juga mengaku sebagai pelaku dari kasus pembunuhan yang tidak selesai beberapa tahun sebelumnya.
Seperti dalam novel-novel sebelumnya, Angsa dan Kelelawar tetap memakai ciri khas Higashino di mana pembaca diajak untuk menelusuri motif pembunuhan yang selalu mengejutkan. Tentunya kisah kali ini tidak kalah kompleks dan menarik untuk disimak.
Novel Angsa dan Kelelawar adalah novel terbaru Higashino yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Gramedia Pustaka Utama. Angsa dan Kelelawar dapat mulai dipesan dengan sistem preorder mulai 25 April 2023. Jangan sampai kelewatan, ya Sahabat Fimela.
Sinopsis Angsa dan Kelelawar
Mereka berada tepat di perbatasan hitam dan putih, bagaikan cahaya dan bayangan, siang dan malam, angsa dan kelelawar. Mereka tidak seharusnya bertemu, tidak seharusnya berhubungan baik. Namun, takdir berkata lain.
Dalam semalam, hidup Shiraishi Mirei dan Kuraki Kazuma berubah. Ayah Mirei berakhir menjadi mayat dan ayah Kazuma berakhir menjadi pembunuh. Shiraishi Kensuke ditemukan tewas ditikam dalam mobil. Mengingat profesinya sebagai pengacara, mungkin saja ada orang yang mendendam padanya. Namun, Mirei yakin sang ayah adalah sosok yang dihormati karena selalu tulus dan jujur dalam bekerja.
Sementara itu, Kazuma sama sekali tidak percaya ketika ayahnya, Kuraki Tatsuro, yang pendiam mengaku sebagai pembunuh Kensuke. Terlebih lagi ketika ia diberitahu bahwa ini bukan pertama kalinya sang ayah membunuh seseorang. Semua bukti sangat meyakinkan, tetapi Mirei dan Kazuma tidak mampu menyingkirkan keraguan dalam hati mereka. Salah satunya adalah keluarga korban yang sedang berduka, sementara yang lain adalah keluarga pembunuh. Mereka bagaikan angsa dan kelelawar, tetapi memutuskan bekerja sama untuk mencari kebenaran… tanpa menyadari adanya kenyataan lain yang jauh lebih menyakitkan. (***)

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.