Oleh: Meilanto

1. Dak usah mukul pan!

Jangan memukul panci!

Memukul panci kurang baik dari segi etika dan estetika. Karena panci bukan alat untuk dipukul melainkan untuk memasak. Sebagai alat yang mendukung proses makan manusia. Jika panci rusak maka akan menambah permasalahan baru.

2. Dak usah neratappemakan!

Jangan meratapi makanan!

Meratapi makanan sebagai bentuk tidak menghargai atau mensyukuri apa yang telah ada. Oleh karena itu syukuri apa yang ada karena makanan yang kita makan belum tentu dimakan oleh orang lain.

3. Dak usah nyapumalam-malam!

Jangan menyapu saat malam hari!

Kegiatan menyapu lantai rumah hendaknya dilakukan pagi dan sore hari. Malam hari waktunya untuk beristirahat. Menyapu lantai malam hari ditengarai bisa menolak rezeki.

Baca Juga  Cari Biaya Sosialita, ABG di Bangka Kerap Jadi Korban Trafficking

Kalaupun menyapu harus dilakukan pada malam hari upayakan pasir atau benda-benda yang disapu jangan langsung disapu ke luar rumah. hendaknya dikumpulkan pada suatu tempat yang pada keesokan harinya langsung bisa dikeluarkan.

4. Dak usah nyapu sampai ke meja!

Jangan menyapu sampai ke meja!

Sapu adalah benda yang bersinggungan langsung dengan lantai. Di lantai benda apapun bisa ada. Apakah itu pasir, debu, kotoran hewan, dan lain sebagainya. Meja sebagai tepat meletakkan makanan.

Apabila sapu digunakan untuk membersihkan meja maka dikhawatirkan meja bukannya bersih malah semakin kotor. Untuk membersihkan meja gunakan kain. Membersihkan meja menggunakan sapu tidak baik dari segi etika dan estetika.

Baca Juga  Fezzi Uktolseja Nakhodai DPD Himpunan Alumni IPB Bangka Belitung

5. Jangan sampai penyapu kene kaki orang, kelak kena sial!

Jangan sampai penyapu terkena kaki orang, nanti orang tersebut kena sial atau musibah!

Kegiatan menyapu adalah kegiatan membersihkan rumah dari pasir, debu dan kotoran lainnya. Apabila tuan rumah hendak menyapu, sebaiknya kita tidak melewatinya karena benda-benda yang disapu akan lengket dikaki dan akan berpindah tempat lagi. Kemudian apabila terkena kaki orang lain maka kelak orang yang kakinya terkena sapu akan sial.

Ada keprcayaan sebagian warga, kaki orang yang terlanjur terkena sapu, untuk menghindari kesialan maka kaki itu harus diludahi tiga kali dengan sedikit air liur. Ini sebagai simbol tolak balak.

Baca Juga  Limitasi Kewenangan Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran pasca Penetapan Hasil Pemilu (1)