Mengenal Pantang Larang (2)
6. Orang bunting dak usah ngelilitsyal atau handuk ke rambut!
Orang hamil jangan melilit syal atau handuk ke rambut!
Perempuan yang sedang hamil harus memperhatikan beberapa hal termasuk dalam hal berpakaian. Sering kali perempuan hamil selesai mandi melilitkan handuk ke rambut supaya rambut cepat kering. Ini kurang baik karena dipercayai kelak anak yang dilahirkan akan terlilit tali ari-ari.
Pantangan ini harus benar-benar dijaga oleh perempuan tersebut dan umumnya orang tua akan mengingatkan apabila pantangan tersebut dilakukan.
7. Men masak terlalu asin, urang bini tanda nak kawin!
Kalau perempuan memasak terlalu asin, itu bertanda ia mau menikah!
Kegiatan memasak biasanya dilakukan oleh kaum perempuan. Perempuan yang masih gadis apabila memasak keasinan, dipercayai bahwa gadis tersebut sudah mau menikah. Ini seperti isyarat kepada orang tuanya bahwa ia sudah mau dilamar laki-laki.
8. Dak usahmakan tebu malam-malam!
Jangan makan tebu di malam hari!
Ada pepatah mengatakan “habis manis sepah dibuang.” Pepatah ini sangat tepat jika disandingkan dengan kegiatan makan tebu. Yang diambil dari tebu sebagai konsumsi adalah air tebu. Setelah air tebu dihisap, ampasnya dibuang begitu saja menjadi barang sisa dan terkadang masih ada rasa manisnya.
Makan tebu dimalam hari membuat rumah menjadi kotor dan semut akan berdatangan guna mengerubungi ampas tebu tersebut. Ini yang akan berdampak rumah kotor dan banyak semut atau serangga lain.
9. Dak usah nunudaun pisang, kelak peridup dimakan mare!
Jangan membakar daun pisang, nanti hewan peliharaan dimakan kucing hutan/ musang!
Membakar daun pisang akan menimbulkan bau yang khas. Bau khas tersebut mengundang binatang mare (kucing hutan/ musang) mendatangi sumber bau dan akhirnya memakan hewan ternak seperti ayam, bebek dan lain-lain.
10. Dak usahduduk di atas bantal, kelak tula!
Jangan duduk di atas bantal, nanti kualat!
Bantal digunakan untuk alas kepala saat tidur. Duduk dibantal diindikasikan akan membuat musibah bagi pelaku yang duduk di atas bantal. Karena bantal bukan untuk alas duduk melainkan alas kepala saat tidur.
Meilanto, Pengajar di SDN 13 Koba, Penulis, Budayawan Kabupaten Bangka Tengah

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.