Mengenal Pantang Larang (3)
5. Urang hamil harus ngambik pasir di aik dan diusap-usap ke pusat.
Ini dilakukan supaya saat proses melahirkan lebih mudah. Pusat sebagai hubungan antara bayi dan ibu harus diusap-usap sebagai kontak batin diantara keduanya.
6. Dak usahmakan sambil mukul piring!
Jangan makan sambil memukul piring!
Ditinjau dari segi etika, kegiatan ini tidak bagus. Dengan memukul piring menggunakan sendok maka suaranya akan terdengar oleh orang lain. Memukul piring saat makan juga sebagai bentuk tidak mensyukuri makanan yang berada di piring.
7. Mengunyah makanan besuara.
Kegiatan ini tidak baik jika ditinjau dari segi etika. Kurang sopan. Mengunyah makanan bersuara tak ubahnya seperti anjing. Anjing apabila makan, suara kunyahannya bisa terdengar. Oleh sebab itu, sebaiknya mengunyah makanan jangan sampai menimbulkan suara.
8. Makan dengan piring diangkat.
Makan dengan posisi piring diangkat bisa menyebabkan nasi tertumpah. Nasi yang tertumpah akan dibuang dan mubazir. Perilaku ini tidak baik karena proses nasi bisa dimakan membutuhkan waktu yang panjang. Mulai dari menyiapkan lahan sampai ngetam. Tidak sedikit tenaga, waktu, pikiran dan uang yang dikeluarkan untuk berume. Makan nasi dengan tidak membuangnya sebagai bentuk menghargai jasa para petani.
9. Sendok sayur posisi
Acapkali, sendok sayur atau lempah dengan posisi bagian atas berada di atas tersender pada bagian sisi panci. Sementara bagian kepalanya berada di dalam panci. Sendok sayur dalam posisi seperti ini dipercayai bahwa kehidupan rumah tangga tersebut sering diintip atau orang berusaha untuk mencari tahu dan berujung kepada keusilan. Cara yang tepat, kepala sendok disenderkan ke sisi panci dan bagian pegangan dibawah atau diluar.
10. Dak usah menam ubi, kelak peridup dipere mare.
Tidak usah membakar ubi, nanti hewan peliharaan didatangi hama.
Membakar ubi akan menimbulkan bau yang khas yang akan mengundang mare (kucing hutan) dan musang untuk mendekat. Selanjutnya mare dan musang akan memangsa ayam dan bebek. (Bersambung)
Oleh: Meilanto, Pengajar di SDN 13 Koba, Penulis, Budayawan Kabupaten Bangka Tengah

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.