Oleh: Meilanto

1. Pantang ngelangkah

Jangan melangkahi bantal!

Bantal merupakan alas kepala saat tidur. Di tinjauan dari segi etika, melangkahi bantal tidak bagus karena bisa menyebabkan  tulah atau kualat.

2. Apabila kaki diinjak, maka harus diinjak ulang.

Mitos ini berfungsi sebagai kontrol sosial, berkembang dikalangan pergaulan anak-anak. Dalam keseharian pergaulan anak-anak, ada peristiwa unik, yakni ketika seseorang menginjak kaki (baik sengaja maupun tidak sengaja) kaki temannya, maka itu akan mempercepat kematian orang tua anak yang kakinya terinjak tersebut.

Sebagai upaya untuk mencegahnya, maka ia harus balas menginjak kaki temannya tadi, namun biasanya tidak berhenti sampai disitu karena jika anak tadi membalas, maka ia akan dibalas lagi yang kemudian berimbas pada kejar-mengejar. Mereka percaya bahwa dengan membalas menginjak kaki temannya, maka berarti impas. Artinya hal tadi tidak akan menimbulkan dampak negatif seperti yang ditakutkan.

Baca Juga  Misteri Rumah Kosong

Dibalik mitos ini, dapat dilihat bahwa sejak kecil anak-anak sudah mengerti bagaimana harus memperjuangkan kehormatan orang tuanya, tampil membela kepentingan orang tua, dan ini berfungsi untuk menggugah jiwa patriotis anak terhadap orangtuanya yang dengan ditanamkan lewat mitos diharapkan dapat menjadi realitas kelak ketika mereka besar. (Ibrahim: 2004)

3. Birak dak usah bedekat, tangan harus direntangkan!

Dulu sebelum setiap rumah mempunyai kakus, maka hal ihwal membuang hajat termasuk buang air besar dilakukan di hutan belakang rumah. Umumnya anak-anak ketika melihat temannya buang hajat, ada keinginan juga untuk buang hajat. Oleh karena itu orang tua memberikan nasihat birak dak usah bedekat, tangan harus direntangkan.

Baca Juga  Malam Nuzulul Quran

Nasihat ini mengandung nilai bahwa jika buang air besar berdekatan tentunya bau kotoran akan tercium. Selain itu dengan buang air besar berdekatan maka secara otomatis akan melihat aurat orang lain. Hal ini tentunya tidak baik dari segi agama.

Tangan harus direntangkan mengindikasikan bahwa harus menjaga jarak jangan sampai bau kotoran bisa tercium oleh orang yang berada di dekatnya dan melihat aurat.

4. Urang hamil harus ngambil aikmenggunakan rambut dan diminum.

Kegiatan ini dilakukan saat mandi. Air pada ujung rambut diambil sedikit kemudian diusapkan ke mulut. Ini dipercayai supaya perempuan tersebut mudah saat melahirkan.

Air yang jatuh mengikuti rambut sangat cepat jatuh sebagai filosofi kelak anak yang akan dilahirkan begitu mudah proses persalinan.

Baca Juga  Buku ‘Pembulak’: Kritik Sosial-Politik dalam Kemasan Sastra