“Sampai saat ini kami tidak bisa komunikasi dengan korban,” kata Djuhandani, dikutip dari Pmjnews, Jumat, 5 Mei 2023.

Kendati demikian, Djuhandani menyebut pihaknya terus melakukan tindak lanjutnya dengan meminta data para korban atau keluarga.

Serta melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut dengan berkoordinasi pihak Ditjen Imigrasi serta Kementerian Luar Negeri dan KBRI Yangon.

“Kewajiban kami untuk membuktikan dan mengungkap perkara ini,” jelasnya.

Bahkan, Djuhandani mengatakan pihaknya sudah mengantongi identitas dari terduga perekrut yang dilaporkan.

“Sudah kita ketahui identitasnya sementara masih kita lakukan penyelidikan,” tukasnya.

Baca Juga  Didit Srigusjaya Percaya Diri Bacaleg DPRD Babel Dari PDI Perjuangan Raup Suara Masyarakat di Pemilu 2024