Inilah titik utama dalam pembuatan sebuah karya sastra, yakni Menuliskannya! Perlu diperhatikan bahwa ketika dalam tahapan ini, kamu tak perlu memikirkan permainan kata dan diksi terlebih dahulu.

Karena itulah sebenarnya yang menghambat proses kamu dalam menulis sebuah karya sastra dan pada akhirnya karya itu akan terbengkalai karena si penulis enggan untuk melanjutkan proses menulisnya. Intinya kamu cukup fokuskan menulis apa saja yang akan kamu tuliskan dalam karya kamu.

4. Diamkan, Tinjau Kembali, dan Revisi Naskah Tulisan

Ketika seluruh isi kerangka konsep dalam naskah sudah rampung dituliskan dalam naskah, langkah selanjutnya adalah mendiamkannya beberapa hari sembari memperkaya bacaan dan referensi dari penulis lain yang berkaitan dengan karya yang sedang kamu kerjakan.

Baca Juga  3 Puisi Indah dari Penyair Terkenal tentang Ibu

Setelah didiamkan, jangan lupa untuk membuka kembali naskah yang telah kamu buat dan bandingkan dengan referensi bacaan yang telah kamu peroleh selama proses pendiaman naskah.

Jikalau menemui ada beberapa hal yang dirasa kurang cocok dalam naskah kamu, maka kamu bisa merevisi naskah kamu. Pastikan juga revisi yang kamu lakukan masih tetap dalam satu arah dengan kerangka konsep yang telah ditentukan.

Hal ini juga jadi alasan mengapa dalam tahapan proses penulisan kamu tidak dianjurkan untuk memperhatikan isi dari naskah kamu hingga ranah permainan kata dan diksi.

Agar hasilnya memuaskan, mimin sarankan untuk mengulangi tahapan ini beberapa kali dan jangan terlalu banyak. Karena bila tahapan ini dilakukan terlalu banyak maka akan menghambat rampungnya proses pembuatan karya sastra milik kamu. Setelah tahapan ini rampung, maka kamu telah memiliki karya sastra sendiri. (***)

Baca Juga  Mawar Merah