BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Angka kasus kekerasan seksual yang terjadi di Bangka Belitung kian meningkat.

Bahkan Baru baru ini, kasus yang melibatkan korban anak di bawah umur dengan pelaku usia belasan tahun kembali terjadi.

Mengapa kasus kekerasan seksual semakin meningkat?

Akademisi Universitas Bangka Belitung, Dr. Fitri Harahap menilai hukuman bagi pelaku kekerasan seksual sepertinya kurang memberi efek jera bagi para pelaku.

“Hukuman bagi pelaku kekerasan seksual khususnya pencabulan yang diberikan sepertinya tidak memberikan efek jera bagi pelaku, hal ini bisa kita lihat dari semakin maraknya kasus-kasus pelecehan yang terjadi. Yang paling membuat miris dan prihatin adalah pelaku sebagian besar justru diketahui sebagai orang yang dikenal dan dekat dengan korban seperti pacar, teman, guru, tetangga, dan kerabat,” kata dosen Sosiologi UBB kepada timelines.id Sabtu (6/5/2023) kemarin.

Baca Juga  Jenazah Ketiga, Korban Dari Kecelakaan Helikopter P1103 Berhasil Ditemukan

Menurutnya tercatat dalam data Komnas Perempuan korban yang sering mengalami pelecehan seksual sebagian besar perempuan dan anak anak.

Dari tahun 2019 meningkat sebesar 40% dari 1.419 kasus menjadi 2.389 kasus di tahun 2020.

“Apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana hukum harusnya ditegakkan agar kasus pencabulan berkurang?” ujar Dr. Fitri Harahap