BANGKA BELITUNG, TIMELINES.ID – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat sistem pembayaran non tunai di daerah itu pada periode Triwulan I-2023 masih tercatat tumbuh.

Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan yang baik di hampir semua kanal pembayaran baik QRIS, Uang Elektronik (UE) maupun Kartu Kredit (KK), walau pertumbuhan transaksi kartu ATM dan debet mengalami kontraksi terbatas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Faturacman menjelaskan, sejak diluncurkan pada bulan Agustus tahun 2019 akseptasi Quick Respons Indonesian Standard (QRIS) di Bangka Belitung terbilang cukup baik.

Nilai transaksi QRIS pada periode Triwulan I-2023 tercatat sebesar Rp98,77 miliar dengan volume mencapai 714.702 atau masing-masing tumbuh signifikan sebesar 236 persen dan 328 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga  Tiga Rumah Layak Huni Akan Dibangun BAZNAS Bangka Di Tahun 2023

“Meningkatnya transaksi QRIS di Bangka Belitung didukung oleh peningkatan jumlah merchant QRIS mencapai 122.628 dan total Pengguna QRIS sebesar 112.043,” jelas Faturacman, Sabtu.

Berdasarkan kategori pedagang atau merchant, Bangka Belitung didominasi oleh Usaha Mikro dengan jumlah merchant QRIS mencapai 76.984 atau berkontribusi sebesar 62,78 persen dari total merchant QRIS.