Nara yaitu menguliti atau membuang kulit batang kayu. Menguliti batang kayu sama juga dengan menyiksa atau membunuh pohon secara perlahan-lahan. Perilaku ini sebaiknya dihindari. Kayu sama juga dengan manusia sebagai makhluk hidup ciptaan Tuhan. Apabila kayu ditara maka kayu akan mati perlahan-lahan.

7. Dak usah mukul urang kek semiluk!

Semiluk adalah alat untuk mengaduk-aduk nasi. Semiluk terbuat dari kayu dengan panjang sekitar 30-40 cm berbentuk bulat. Memukul orang lain sejatinya tidak boleh apalagi menggunakan semiluk.

Semiluk untuk mengaduk-aduk nasi apabila digunakan untuk memukul orang lain menyebabkan semiluk menjadi kotor. Dari segi etika tidak tepat penggunaan semiluk. Ada anggapan sebagian masyarakat, memukul orang dengan semiluk, orang yang dipukul akan menjadi kera.

Baca Juga  Pemkot Pangkalpinang Bakal Terapkan Sistem Digitalisasi Untuk Cuti Pegawai

8. Suara murai pagi-pagi, ade orang kek ninggal

Beberapa binatang mempunyai naluri yang tinggi. Salah satunya burung murai. Jika burung murai ramai mengoceh saat pagi hari, hal itu dipercayai sebagai tanda bahwa akan ada orang yang akan meninggal dunia dalam waktu yang tidak terlalu lalu. Dalam bahasa daerah Bangka dikenal dengan peto atau rambu-rambu / tanda-tanda peringatan.

9. Rumah dimasuki burung

Ada kalanya burung terbang bisa masuk ke rumah. Jika burung masuk ke rumah maka itu dipercayai membawa kesialan atau membawa makhluk halus. Untuk mengusir kesialan atau makhluk halus maka, burung yang masuk ke rumah harus ditangkap dan dibunuh.

Badan burung harus disobek menjadi dua bagian, kemudian dibuang lewat pintu depan. Sobekan pertama dibuang ke kanan dan sobekan ke dua dibuang ke kiri. Apabila hal tersebut telah dilakukan maka dipercayai bahwa kesialan dan makhluk halus yang dibawa burung telah keluar dari rumah.

Baca Juga  PLN Babel Gerak Cepat Pulihkan Gangguan Kelistrikan

Begitu juga dengan capung. Orang yang rumahnya dimasuki capung, akan berusaha untuk menangkap dan membunuh capung tersebut.

10. Nebang kayu peramu, apabila ada semut maka rumah itu akan ramai didatangi orang.

Pepatah ini menyiratkan bahwa semut adalah hewan yang hidup berkelompok dan saling kerja sama. Sering kali kayu yang ditebang terdapat sarang semut pada daun-daun atau bahkan pada lubang-lubang  tertentu.

Apabila mengambil kayu untuk peramu rumah ada semut maka rumah tersebut akan ramai dikunjungi oleh orang lain seperti kawanan semut di peramu rumah. Pantang larang ini juga sama dengan mengambil peramu yang pernah dihinggapi lebah bersarang. Dipercayai penghuni rumah tersebut akan murah rezeki. (Bersambung)

Baca Juga  Elemental: Forces of Nature