Waktu tidur yang cukup juga meningkatkan energi. Ini membuat Anda lebih bersemangat untuk kembali beraktivitas ketika bangun pada keesokan paginya.

Dengan begitu, Anda akan mampu menebarkan energi positif dalam berkegiatan. Hal ini tentu saja tidak hanya berdampak pada diri Anda, tetapi juga orang lain di sekitar.

5. Meningkatkan daya ingat

Anda merasa sering lupa? Nah, bisa jadi ini karena Anda kurang tidur. Waktu tidur yang cukup memang memiliki manfaat untuk memperkuat daya ingat Anda.

Bahkan, pada studi yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One (2012), tidur setelah belajar dapat membantu meningkatkan memori atau ingatan terhadap informasi baru.

Sebaliknya, Anda akan lebih mudah lupa terhadap hal-hal yang pernah dipelajari sebelumnya bila tidak tidak mencukupi waktu tidur.

Baca Juga  Kehamilan Risiko Tinggi, Ini Penyebab dan Gejalanya

6. Membuat Anda panjang umur

Waktu tidur ternyata berkaitan dengan angka harapan hidup seseorang. Meski begitu, hal ini juga bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penyakit yang dialami.

Namun, setidaknya lama dan kualitas tidur cukup berperan dalam memperpanjang umur Anda. Makin sedikit waktu tidur seseorang, makin besar risiko terjadinya kematian dini.

Bahkan, tidur kurang dari lima jam berisiko menyebabkan kematian yang lebih cepat. Secara tidak langsung, hal ini menunjukkan salah satu manfaat tidur, yakni untuk membuat Anda panjang umur.

7. Membantu menyalurkan emosi

Tidur selama 7–8 jam membantu Anda mengalami semua tahapan tidur, dari “tidur ayam” hingga fase tidur mendalam yang disebut rapid eye movement (REM).

Baca Juga  Dinkes DKI Jakarta Benarkan Dua Anak Mengidap Gagal Ginjal Akut, 1 Anak Dinyatakan Meninggal

Dalam buku berjudul AIMS Neuroscience (2017), pada fase REM inilah mimpi biasanya muncul.

Para ahli belum sepenuhnya memahami mengapa manusia bermimpi, tetapi mimpi diketahui dapat menjadi media untuk menyalurkan emosi setelah beraktivitas seharian.

Emosi ini bisa timbul akibat stres dari masalah sehari-hari hingga gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.

Melalui mimpi dalam tahapan tidur REM, Anda dapat menyalurkan dan mengelola emosi tersebut dengan baik. Bahkan, beberapa orang bisa menemukan solusi dari masalahnya ketika bermimpi.(***)