Menurutnya, sosialisasi program sambang pengawasan ini dilaksanakan sebagai upaya Bawaslu Bateng dalam mencegah perangkat pemerintahan di Kelurahan maupun Desa mengetahui batasan netralitas dalam pelaksanaan Pemilu.

“Berbeda pilihan dalam Pemilu itu tidak menjadi masalah, yang penting kita sebagai aparatur negara menjaga kondusifitas di tengah masyarakat. hindari gesekan dan benturan antar kelompok pendukung peserta Pemilu,” tambah Robianto.

Ia menambahkan semoga program sambang pengawasan ini dapat mencerdaskan dan meningkatkan kesadaran para aparat pemerintah dalam menjaga netralitas Pemilu.

“Apa yang kami lakukan ini untuk meningkatkan kesadaran dan menjaga netralitas aparatur pemerintah, sehingga tidak terjebak dalam politik praktis,” pungkasnya.

Baca Juga  Angka Kemiskinan di Bangka Tengah Terus Naik, Tahun Ini Capai 12.004 Jiwa